Selasa , Oktober 20 2020
Home / Hukum & Kriminal / Pastikan hadiri sidang Dewan Pengawas KPK, Firli Bahuri: Gaji saya cukup untuk menyewa heli

Pastikan hadiri sidang Dewan Pengawas KPK, Firli Bahuri: Gaji saya cukup untuk menyewa heli

Ketua KPK Firli Bahuri.

Jakarta (Riaunews.com) – Ketua KPK RI Firli Bahuri menegaskan akan menghadiri agenda sidang Dewan Pengawas (Dewas) yang akan digelar.

Firli menyampaikan akan sangat menghormati dan menghargai prosesi dan hasil sidang tersebut.

“Saya ini orang kerja, prinsipnya saya tetap kerja saja. Saya akan hadiri karena sidang ini kegiatan yang dilakukan sebagai wujud amanat undang-undang,” ujar Firli kepada wartawan, Senin (24/8/2020).

Baca: Tempo ungkap hotel tempat Firli menginap milik pengusaha yang diduga menjadi tersangka suap

“Mekanisme inipun merupakan kegiatan untuk klarifikasi, dan menjelaskan secara detil obyek permasalahannya. Saya sangat menghargai proses ini,” terangnya.

Firli juga menjelaskan bahwa saat ini KPK tengah mempersiapkan agenda Pencanangan Aksi Nasional Pencegahan Korupsi (ANPK) yang akan dicanangkan pada hari Rabu (26/8/2020).

“Sekali lagi saya sampaikan bahwa orientasi saya pribadi adalah kerja dan kerja, memberikan pengabdian terbaik,” katanya.

Agenda sidang Dewas KPK berkaitan dengan kunjungan kerja Firli di Sumatera Selatan di mana ia menggunakan moda transportasi helikopter.

Firli mengatakan bahwa dirinya tidak menganut hidup mewah atau hedonisme. Dirinya naik helikopter ke Sumatera Selatan itu atas sewa olehnya.

Baca: Mantan Ketua KPK sebut Firli penuhi unsur gratifikasi jika benar naik heli mewah

“Kami sampaikan kami tidak menganut hidup mewah dan bukan gaya hidup mewah. Tetapi kami lakukan karena kebutuhan dan tuntutan kecepatan tugas. Saya gunakan uang gaji saya untuk mendukung kelancaran dan kemudahan tugas-tugas. Saya sewa dan saya sudah jelaskan kepada Ketua Dewas Pak Tumpak,” bebernya.

“Saya tidak menerima gratifikasi dan tidak menerima hadiah. Semua saya kerjakan untuk kemudahan tugas saya dan bukan untuk kemewahan. Gaji saya cukup untuk itu membayar sewa heli dan ini bukan hidup mewah, semua biaya saya bayar sendiri,” dia menegaskan.

Sementara itu, praktisi hukum Ali Lubis, menilai dugaan pelanggaran kode etik yang diduga dilakukan Firli Bahuri perlu dicermati secara bijak dan perlu menghormati proses yang sedang berjalan.

Pemeriksaan kode etik didasarkan pada Perdewas 1/2020 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK, di mana poin 1 nomor 27 tentang integritas berbunyi “tidak menunjukkan gaya hidup hedonisme sebagai bentuk empati kepada masyarakat terutama kepada sesama insan komisi”.

Dalam kasus ini, Ali Lubis menjelaskan bahwa Wakil Ketua KPK Alex Marwata telah memberi penjelasan mengenai alasan Firli Bahuri bepergian naik helikopter. Disebutkan bahwa Firli Bahuri mengambil cuti 1 hari untuk keperluan pulang kampung.

Baca: Dilaporkan MAKI, Dewas KPK kumpulkan bukti dugaan gaya hidup mewah Firli Bahuri

“Artinya tidak boleh kembali dari cuti melebihi waktu 1×24 jam. Penggunaan helikopter merupakan bagian dari komitmen ketua KPK dalam rangka menghemat waktu agar efisien di dalam perjalanan,” jelasnya.

Ali Lubis menjelaskan, agenda yang dihadiri Firli Bahuri dalam sehari itu terlampau padat. Salah satunya adalah berziarah ke makam orang tua. Sehingga butuh kendaraan yang ekstra cepat agar bisa menjamah semua agenda.

“Selain efiensi waktu perjalanan, penggunaan helikopter merupakan bentuk proteksi diri atau pengamanan. Karena sebagai ketua KPK tentunya keselamatan dan keamanan Firli Bahuri harus dijaga,” pungkasnya. ***

Sumber: RMOL
Editor: Ilva

User Rating: Be the first one !

Tinggalkan Balasan