PKB akhirnya tarik dukungan dari Kasmarni, partai lain menyusul?

DPP PKB menyerahkan SK dukungan Bacalon Bupati Bengkalis kepada pasangan Kaderismanto-Iyet Bustami. (Foto : Edi Gustien) 

Pekanbaru (Riaunews.com) – Akhirnya PKB menyatakan mencabut dukungan terhadap pasangan Bakal Calon (Bacalon) Bupati Bengkalis, Kasmarni-Bagus Santoso.

PKB adalah partai pertama yang menyatakan mendukung pasangan Kasmarni boleh dikatakan merupakan pendukung utama atau poros utama koalisi Parpol pendukung, namun PKB juga partai yang pertama meninggalkan isteri dari Bupati Bengkalis non aktif Amril Mukminin tersebut.

Senin (17/8/20/20) DPP PKB menyerahkan SK bernomor 3347/DPP/01/VIII/2020 yang ditandatangani Ketum Muhaimin Iskandar dan Sekum Hasanudin Wahid tanggal 13 Agustus langsung oleh Ketua DPW PKB Abdul Wahid kepada Bacalon Bupati Bengkalis Kaderismanto-Iyet Bustami di kantor DPP PKB.

Dengan kondisi ini apakah partai lainnya seperti Gerindra, PAN, Nasdem dan PBB juga akan meninggalkan Kasmarni?

Hingga saat ini belum terlihat jelas sikap partai-partai tersebut namun dari informasi dari petinggi DPP PAN, partai berlambang matahari juga akan meninggalkan Kasmarni-Bagus, termasuk partai Gerindra.

Jika ini terjadi dipastikan Kasmarni-Bagus tidak akan ‘Berlayar’ di Pilkada Bupati Bengkalis karena syarat dukungan tidak terpenuhi yakni minimal 9 kursi di DPRD Bengkalis, karena kursi Nasdem 3 kursi dan PBB 1 kursi, masih minim 5 kursi lagi.

Sekretaris DPD Partai Gerindra Provinsi Riau, Hardianto dimintai tanggapannya apakah akan ikut mencabut dukungan dari Kasmarni? mengatakan, soal pengangkatan Bacalon Bupati merupakan kewenangan DPP, DPD hanya menyampaikan nama-nama kepada DPP.

” Kita mengikuti keputusan dan perintah partai aja,” kata Hardianto, Senin (17/8/20).

Sementara itu pengamat komunikasi politik Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) Aidil Harris mengatakan wajar jika ada perubahan sikap politik Parpol pendukung, karena politik sifatnya dinamis.

“Selama ini Parpol umumnya bersikap pragmatis namun jika sikap awalnya subyektif lalu melihat secara obyektif maka pencabutan dukungan ini adalah karena pandangan realistis,” kata Aidil.

Menurut Aidil pencabutan dukungan Parpol lainnya terhadap Kasmarni bisa saja terjadi karena Parpol melihat dan mengamati perkembangan kasus hukum yang dihadapi oleh Kasmarni,

“Masing-masing Parpol memiliki Litbang, tentunya mereka mengamati perkembangan kasus Kasmarni dan bisa saja sebelum mereka memutuskan pencabutan dukungan Parpol terlebih dahulu berkomunikasi dengan KPK,” imbuhnya.***

Pewarta : Edi Gustien

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: