Riau dilirik perusahaan PLTS asal Jepang

Panel matahari untuk pembangkit listrik tenaga surya.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menerima investor dari PT AfterFIT Jepang di Indonesia untuk membangun proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berskala besar.

Perusahaan yang bergerak di bidang pembangkit listrik energi baru terbarukan khususnya pembangkit listrik tenaga surya itu berkontribusi terhadap pembangkit listrik yang bersumber dari energi terbarukan di Indonesi terutama di Provinsi Riau, yang mana mereka ingin mensuplay listrik dari sumber energi tebarukan.

Saat ini, PT AfterFIT Indonesia menargetkan akan mensuplay listrik energi baru terbarukan khususnya pembangkit listrik tenaga surya di beberapa daerah di Provinsi Riau, yakni Tanjung Buton di Kabupaten Siak, Kepulauan Meranti serta Kabupaten Bengkalis di Pulau Bengkalis.

Menanggapi hal itu, Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyatalan sikap mendukung dengan adanya pembangunan pembangkit listrik tenaga surya di Provinsi Riau.

“Kami mendukung investasi dari PT AfterFIT Indonesia dalam membangun listrik bertenaga surya di tiga daerah yang disebutkan,” katanya saat mengadakan pertemua dengan PT AfterFIT Indonesia dan PT Prima Khatulistiwa Sinergi yang berlangsung di Kediaman Gubernur Riau, Senin malam (24/8/2020).

Dengan adanya listrik bertenaga surya itu, menurutnya akan sangat membantu Provinsi Riau, sebab ia melihat masih banyak desa-desa di Riau yang belum mendapatkan penerangan listrik.

Perwakilan PT AfterFIT Jepang di Indinesia, Saito menuturkan terimakasih atas dukungan yang diberikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau atas kepercayaan yang diberikan dalam proyek tersebut.

Mendengar persetujuan Gubernur Syamsuar, Saito mengatakan akan berjanji untuk segera merealisasikan rencananya di Provinsi Riau.

“Kami akan membawa energi yang lebih ramah lingkungan untuk membuat listrik dari teknologi yang kami punya di Jepang dan berinvestasi di indonesia,” Saito menuturkan.

Untuk itu, ia meminta dukungan, arahan serta bimbingan dari semua pihak di Provinsi Riau demi kelancaran proyek yang akan dibangunnya di tanah melayu lancang kuning. Ia menyebutkan PT AfterFIT Indonesia menargetkan akan membangun 50 mw bagi setiap Provinsi untuk solar power.***

 

Sumber: MCR
Editor: Ilva

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: