Riau terus perjuangkan DBH sawit

Pabrik CPO banyak terdapat di Provinsi Riau, sebagai salah satu provinsi yang memiliki kebun sawit terluas di Indonesia.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Provinsi Riau sebagai salah satu daerah yang memiliki kebun sawit yang cukup luas di Indonesia terus memperjuangkan dana bagi hasil (DBH) sektor perkebunan sawit.

Hal tersebut diungkapkan Gubernur Riau Syamsuar, sembari mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya melalui DPR RI agar Undang-Undang Dana Perimbangan bisa disesuaikan.

Baca: 24 ribu hektar sawit Riau diremajakan, tiap hektar dapat bantuan Rp30 juta

“Perlu dorongan dari DPR RI supaya harapan daerah dapat DBH sawit bisa terwujud. Prosesnya masih jalan. Kami sebagai kepala daerah sejauh ini berharap besar kepada DPR agar segera diselesaikan (dasar hukumnya),” ungkapnya, dilansir Media Center Riau, Jumat (21/8/2020).

Dia menambahkan, hingga kini perekonomian Riau masih ditopang oleh sektor primer berbasis sumber daya alam. Sektor tersebut antara lain, pertanian, perkebunan dan kehutanan, serta sektor pertambangan. Kontribusi Riau terhadap nasional pada sektor-sektor tersebut cukup signifikan.

Dirincikan, bahwa sektor perkebunan yang memang memberikan kontribusi besar masih pada komoditi kelapa sawit, kelapa, karet dan sagu. Sawit misalnya, hingga kini tercatat sekitar 2,8 juta hektare dengan jumlah produksi 9,2 juta ton lebih.

Baca: Curi sawit senilai Rp76 Ribu buat beli beras, ibu 3 anak di Rohul diperkarakan PTPN V

“Kami berani mengklaim bahwa sumbangan produksi dari Riau terbesar se-Indonesia, dan kontribusi Riau terhadap ekspor CPO secara nasional sebesar 40%,” kata ungkapnya.***

Editor: Ilva

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: