Tokoh Papua heran dengan Banser, HTI yang sudah bubar diributin, yang nyata mau ubah Pancasila malah diam

Anggota Banser Bangil yang klarifikasi soal dugaan adanya ajaran khilafah di Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, Kamis (20/8/2020) pagi. (Foto: Faktualnews)

Jakarta (Riaunews.com) – Tokoh Papua Christ Wamea merasa aneh dengan tindakan puluhan anggota Banser mengintimidasi ulama di Rembang, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Organisasi HTI (Hizbut Tahrir Indonesia) yang sudah dibubarkan masih dipersoalkan oleh Banser, sementara wacana pemerasan Pancasila menjadi Ekasila tidak diributkan, padahal selama ini ormas Banser sering berkoar menjaga NKRI dan Pancasila.

Baca: Viral, Banser bentak seorang Kyai dengan tuduhan HTI, Menag beri apresiasi

“HTI yg sdh dibubarkan diributin semtra yg nyata2 mau robah pancasila sah 18 Agustus 1945 mjd eka sila dan trisila versi 1 Juni 1945 Banser tdk ngamuk. Aneh2 saja.”, cuit Chist Wamea di akun twitternya @ChristWamea dikutip gelora.co pada (22/8/2020).

Dalam sebuah video viral, seorang ulama dikelilingi sejumlah orang yang mengenakan atribut Barisan Serbaguna atau Banser.

Baca: FPI, Banser dan Pemuda Pancasila di Jember bersatu tolak RUU HIP

Aksi itu dipimpin oleh Saad Muafi, Ketua PC Anshor Bangil yang juga Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan.

“Anggota dewan berteriak-teriak tanpa adab di hadapan kiyai sepuh. Justru dia sedang mempermalukan dirinya sendiri,” cetus @C_NdoenK_531 yang membagikan video tersebut.***

 

Sumber: Gelora
Editor: Ilva

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: