Sabtu , 19 September 2020
Home » Olahraga » MotoGP » Absennya Marc Marquez berefek luar biasa pada MotoGP

Absennya Marc Marquez berefek luar biasa pada MotoGP

Tanpa kehadiran Marc Marquez, MotoGP musim 2020 terasa lebih semarak.

Jakarta (Riaunews.com) – Lima pemenang berbeda dalam enam balapan awal MotoGP 2020 pertanda regenerasi pembalap sedang terjadi tanpa kita sadari. Sebuah efek sangat luar biasa yang muncul karena Marc Marquez absen.

Ketika Marquez dipastikan absen panjang, sejumlah pihak memprediksi akan muncul bintang baru di MotoGP 2020. Semula Fabio Quartararo, yang difavoritkan sebagai juara dunia musim ini, tampil luar biasa dengan meraih dua kemenangan awal di Jerez dan Andalusia.

Namun, kondisi berubah 180 derajat bagi Quartararo. El Diablo terpuruk di empat seri terakhir, bahkan harus gagal finis di MotoGP San Marino. Keunggulan di puncak klasemen MotoGP 2020 yang dipegang sejak seri pertama, lepas dari genggaman Quartararo.

Cerita yang sama diraih Maverick Vinales. Sempat finis kedua di dua seri awal, Vinales kemudian terpuruk di empat seri terakhir. Vinales sebenarnya sempat merebut pole di MotoGP Austria dan San Marino, tapi gagal tampil konsisten saat balapan.

Empat pemenang berbeda kemudian muncul dalam empat seri terakhir di MotoGP Ceko, Austria, Styria dan San Marino. Keempatnya adalah Brad Binder, Andrea Dovizioso, Miguel Oliveira, dan Franco Morbidelli.

Absennya Marquez ternyata memunculkan fenomena baru di MotoGP. Empat pemenang baru muncul dalam enam seri, yakni Quartararo, Binder, Oliveira, dan Morbidelli. Sebuah rekor baru sejak Grand Prix sepeda motor kali pertama digelar pada 1949. Hanya Dovizioso yang sebelumnya pernah merasakan kemenangan di MotoGP.

Total ada 12 peraih podium berbeda dalam enam seri awal MotoGP 2020. Kondisi itu juga belum pernah terjadi sepanjang sejarah MotoGP.

MotoGP musim ini juga semakin menarik tanpa Marquez karena hingga enam seri berlalu tidak ada pembalap yang benar-benar bisa dianggap sebagai favorit juara dunia. Pasalnya, jarak antara Dovizioso di puncak klasemen dengan Oliveira di peringkat sembilan hanya 23 poin.

Namun ada satu fenomena yang paling menarik di MotoGP musim ini, yakni sedang terjadi regenerasi pembalap papan atas. Keberhasilan Quartararo, Binder, Oliveira, dan Morbidelli meraih kemenangan musim ini membuktikan bukan hanya pembalap pabrikan Yamaha, Honda, atau Ducati saja yang bisa meraih kemenangan.

Variasi pembalap yang sukses naik podium juga menjadi angin segar bagi Dorna Sports, selaku pengelola MotoGP. Joan Mir dan Francesco ‘Pecco’ Bagnaia yang masih sama-sama 23 tahun sukses merebut podium di MotoGP San Marino 2020, Ahad (13/9).

Menariknya bagi Mir, pembalap Suzuki itu juga masih memiliki peluang besar menjadi juara dunia MotoGP 2020 karena berada di posisi empat klasemen sementara dan hanya berjarak 16 poin dari Dovizioso di puncak.

Perlu diingat juga Mir hampir meraih kemenangan di MotoGP Styria 2020 sebelum red flag dikibarkan karena Maverick Vinales mengalami kecelakaan hingga sepeda motor terbakar.

MotoGP 2020 Musim Aneh

Dalam beberapa musim terakhir kehadiran Marquez sering dianggap membuat perhelatan MotoGP menjadi membosankan. Pasalnya, pembalap Repsol Honda itu terlalu dominan dalam meraih kemenangan. Merebut gelar juara dunia saat musim masih menyisakan banyak seri balapan.

Kini tanpa Marquez, MotoGP 2020 bisa dibilang sebagai musim yang aneh. Bagaimana tidak, hanya karena satu pembalap absen (Marquez) persaingan gelar juara dunia menjadi berimbang. Selain itu banyak kejutan bermunculan.

Tidak ada yang menyangka KTM bisa meraih kemenangan musim ini, bahkan lewat Brad Binder yang sebelumnya dianggap sebagai pembalap kedua di tim asal Austria tersebut. Sebelumnya KTM lebih mengandalkan Pol Espargaro untuk meraih kemenangan.

Selain itu ada kemenangan Miguel Oliveira di MotoGP Styria. Jika ada orang yang memprediksi Oliveira akan meraih kemenangan di MotoGP 2020, mungkin orang tersebut sudah dianggap gila.

Jika sejumlah fakta di atas tidak cukup aneh, lihat saja posisi Dovizioso di puncak klasemen. Dovizioso kini di puncak klasemen MotoGP 2020 dengan keunggulan enam poin meski tidak pernah naik podium di dua balapan terakhir, termasuk finis ketujuh di MotoGP San Marino.

Dovizioso baru meraih satu kemenangan di MotoGP Austria, yang merupakan balapan andalan Ducati. Podium lainnya diraih pembalap asal Italia itu di seri pembuka di MotoGP Spanyol.

Dengan delapan seri balapan masih tersisa, MotoGP 2020 berpeluang memunculkan kejutan lanjutan. Terutama ketika Marquez sudah bisa kembali tampil di sisa musim ini.***

 

Sumber: CNN Indonesia

User Rating: Be the first one !

Tinggalkan Balasan