Kamis , Desember 2 2021

Acara KAMI dibubarkan polisi, Mujahid 212: Gatot Dipermalukan, di Mana kebebasan yang dijamin konstitusi?

Seorang anggota Polri berbaju putih saat menghentikan acara silaturahmi KAMI saat Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo berpidato.

Jakarta (Riaunews.com) – Ketua Aliansi Anak Bangsa (AAB) yang juga Mujahid 212, Damai Hari Lubis, menyatakan turut prihatin atas penolakan oleh sekelompok massa terhadap silaturahmi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).

Diketahui, silaturahmi KAMI dihadiri langsung oleh Presidium KAMI, Gatot Nurmantyo. Namun hal itu mendapat penolakan dari massa yang mengatasnamakan Koalisi Indonesia Tetap Aman (KITA).

Baca: Hadang KAMI, massa Surabaya Adalah Kita bantah dibayar

Tak hanya massa yang menolak, Damai Hari Lubis juga menyoroti sikap aparat kepolisian yang akhirnya membubarkan KAMI di Jalan Jambangan Kebon Agung, Kota Surabaya, Jawa Timur.

“Terkait Gatot Nurmantyo yang dipermalukan ketika sedang orasi di sebuah forum, oleh oknum yang mengaku polisi, maka Mujahid 212 cukup prihatin,” ujar Damai Hari Lubis kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (28/9/2020).

Pengacara Habib Rizieq Shihab (HRS) ini menilai bahwa sikap aparat kepolisian tersebut tidak bijak.

“Di mana letak kedaulatan serta kebebasan yang dijamin oleh konstitusi? UU kita menjamin dan berikan peluang terkait hak WNI, tentang menyampaikan pendapat di muka umum, baik secara lisan maupun tertulis,” tegas Damai.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, memperlihatkan seorang menggunakan kemeja berwarna putih dan celana warna hitam bermasker berdiri di samping Gatot yang sedang berada di atas mimbar.

Pria tersebut menyampaikan bahwa di depan gedung deklarasi sedang ada aksi massa dari Koalisi Indonesia Tetap Aman (KITA). Pria tersebut meminta agar massa deklarasi membubarkan diri.

Lantas, Gatot pun menjelaskan bahwa pria tersebut merupakan pihak kepolisian dari Polda Jawa Timur.

Baca: Polisi bubarkan acara KAMI saat Gatot Nurmantyo lagi pidato

“Jadi Bapak Ibu sekalian, ini bapak dari Polda dari kepolisian. Saya katakan bahwa KAMI ini adalah organisasi yang konstitusional, kalau kita dibubarkan, di sana juga bubar, mari kita bubar. Ikuti apa yang disampaikan oleh aparat kepolisian. Jadi jangan ada komentar, beliau bertugas, kita sama-sama junjung tinggi apa yang dilaksanakan,” kata Gatot sambil meninggalkan mimbar.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: