Ada bau Sampoerna diwacana penghapusan mapel sejarah, Fadli Zon: Mendikbud harus klarifikasi

Wacana penghapusan mapel sejarah di SMK diduga berasal dari Putera Sampoerna Foundation.

Jakarta (Riaunews.com) – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia saat ini tengah menjadi sorotan lantaran rencana penyederhanaan kurikulum yang di dalamnya menghapus mata pelajaran sejarah di SMK. Kemudian belakangan ini muncul pemberitaan bahwa rencana tersebut diinisiasi oleh Sampoerna Foundation.

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon, mengatakan apabila informasi yang menyebutkan ada campur tangan Sampoerna Foundation dalam rencana penyederhanaan kurikulum yang ingin menghapus pelajaran sejarah, ini tentu adalah sebuah skandal. Hal itu, kata Fadli, bukanlah sesuatu yang baik untuk pendidikan di Indonesia.

“Kalau pernyataan dlm berita ini benar, bahwa inisiasi penyederhanaan kurikulum yg menghapus mapel sejarah datang dr Sampoerna Foundation, maka ini bisa dibilang sbh skandal. Harus segera ada klarifikasi dr Mendikbud Nadiem @Kemendikbud_RI ,” kata Fadli, dalam akun twitternya @Fadlizon, Selasa (22/9/2020).

Fadli juga mengatakan, apabila mata pelajaran sejarah dihilangkan oleh pemerintah dari kurikulum sekolah, maka dikhawatirkan Indonesia akan bubar. Karena akibat hal tersebut Indonesia akan kehilangan identitas.

“Kalau mata pelajaran sejarah akan ‘dihilangkan’, maka sebentar lagi manusia Indonesia akan kehilangan identitas, jati diri dan memori kolektifnya. Setelah itu, ya Indonesia bubar,” katanya.

Politikus asal Sumatera Barat ini menilai, meskipun penghapusan mata pelajaran sejarah masih sekadar rencana, hal tersebut sangatlah tidak tepat. Dia tidak setuju jika pelajaran sejarah dihapuskan dari kurikulum di Indonesia.

“Meskipun baru berupa wacana, munculnya rencana penghapusan mata pelajaran sejarah sangatlah tidak tepat. Sebab, pendidikan sejarah merupakan instrumen pembentukan jati diri, identitas, serta memori kolektif kita sbg bangsa. Sehingga, rencana penghapusan itu harus dibatalkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, mengaku terkejut dengan informasi yang beredar beberapa hari terakhir bahwa mata pelajaran sejarah akan dihilangkan dari kurikulum pendidikan. Nadiem menegaskan kabar itu tidak benar.

“Saya ucapkan: tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran Sejarah. Isu ini keluar karena ada presentasi internal yang keluar ke masyarakat, dengan salah satu permutasi penyederhanaan kurikulum,” kata Nadiem dalam video yang diunggah di Instagram @kemdikbud.ri.

Kementerian, kata Nadiem, memiliki banyak evaluasi berbeda yang akan melalui proses Focus Group Discussion (FGD) maupun uji publik. Dia menegaskan, dari semua model itu, belum tentu menjadi final karena ada berbagai macam opsi yang diperdebatkan secara terbuka.

“Di 2021 kami akan melakukan berbagai macam prototyping di sekolah penggerak yang terpilih dan bukan dalam skala nasional. Jadi tidak ada kebijakan apa pun yang keluar di 2021, dalam skala kurikulum nasional, apalagi penghapusan mata pelajaran Sejarah,” ujarnya. ***

 

Sumber: Viva
Editor: Ilva

Tinggalkan Balasan