Blak-blakan cara hadapi masalah, JK: SBY cepat ambil keputusan, Jokowi rapat 4-5 kali seminggu

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla bersama dua presiden; SBY dan Jokowi.

Jakarta (Riaunews.com) – Jusuf Kalla mengungkap beda karakter Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Jokowi dalam mengambil keputusan.

Jusuf Kalla tak memilih antar SBY dan Jokowi mana yang terbaik. Meski pernah menjadi wakil keduanya, Jusuf Kalla hanya memaparkan karakter SBY dan Jokowi dalam mengambil keputusan.

Menurut Jusuf Kalla dari di antara mereka SBY bisa mengambil keputusan lebih cepat. Pernyataan Jusuf Kalla terungkap ketika ditanya oleh Helmy Yahya.

Baca: JK: Sertifikasi hanya bisa untuk dai yang ceramah masjid milik pemerintah

Kepada Helmy Yahya, Jusuf Kalla menceritakan perjalanan karir politiknya.

“Yang saya baca bapak berbisnis luar biasa, tapi politik tetap ya pak,” kata Helmy Yahya ke Jusuf Kalla dikutip TribunnewsBogor.com dari akun Youtube Helmy Yahya Bicara yang diunggah Selasa (22/9/2020).

Jusuf Kalla bercerita perjalanan politiknya berawal ketika diminta mewakili daerahnya untuk menjadi anggota DPR.

“Politik waktu zaman dulu saya hanya anggota DPR, jadi politiknya sambil lalu sebenarnya, mewakili daerah,” kata Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla mulai aktif berpolitik ketika ditunjuk menjadi menteri oleh Gus Dur.

“Saya aktif betul di politik waktu Menteri Perindag 1999,” kata Jusuf Kalla.

“Zaman Gus Dur ya pak, abis itu disuruh mundur, ada apa tuh pak ?” tanya Helmy Yahya.

Menurut Jusuf Kalla saat itu ia dipecat oleh Gus Dur.

“Biasa lah zaman dulu 20 menteri disuruh mundur atau dipecat, saya termasuk bagian yang keempat, Gus Dur suka begitu, ada saja alasannya, ya kita berhenti aja,” kata Jusuf Kalla.

“Nothing to lose ya pak, balik lagi ke bisnis,” timpal Helmy Yahya.

Baca: Ma’ruf Amin bagai burung dalam sangkar karena Istana Wapres masih ‘dikuasai’ orang-orang JK

Setelah itu, kata JK, ia kembali ditunjuk menjadi menteri oleh Megawati.

“Kemudian ibu Mega panggil lagi jadi Menkokesra, naik satu tingkat,” kata Jusuf Kalla.

“Jadilah pak JK Menkokesra, terus melanjutkan perjuangan politiknya jadi Wakil Presiden bersama Pak SBY. Pak kalau memilih dua kali jadi Wakil Presiden lebih enak zaman Pak SBY atau Pak Jokowi ?” tanya Helmy Yahya ke Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla mengatakan sebenarnya sama saja, namun hanya beda kepemimpinan.

“Ya sama lah, cuma beda kepemimpinan,” kata Jusuf Kalla.

“Gayanya beda ?” tanya Helmy Yahya.

Jusuf Kalla bercerita sewaktu zaman SBY semua masalah ekonomi diserahkan padanya.

“Kalau zaman Pak SBY semua masalah ekonomi diserahkan ke saya,” kata JK.

Sementara saat jadi Wakil Presiden Jokowi, kata Jusuf Kalla, semua persoalan dirapatkan.

“Kalau zaman Jokowi semua soal dirapatkan,” kata Jusuf Kalla.

Baca: Mengaku kenal pribadi Jokowi, Budiman Sudjatmiko bingung Pilkades dilarang Pilkada malah boleh

“Semua soal,” tekan Jusuf Kalla.

Sehingga menurut Jusuf Kalla, dalam satu minggu Jokowi bisa menggelar rapat sampai 5 kali.

“Jadi rapatnya bisa satu minggu bisa 4-5 kali,” kata Jusuf Kalla.

“Senang sekali rapat Pak Jokowi,” timpal Helmy Yahya.

Jusuf Kalla mengatakan gaya Jokowi memang demikian. JK berujar zaman Jokowi semua keputusan diambil bersama.

“Begitu gayanya, keputusan diambil bersama,” kata Jusuf Kalla.

“Tapi artinya apa di zaman pak SBY ?” tanya Helmy Yahya.

Jusuf Kalla mengatakan zaman SBY lebih ringkas karena keputusan diambil dengan cepat.

“Lebih ringkas, lebih terarah, lebih cepat kita ambil keputusan,” kata Jusuf Kalla.

“Makanya bapak bilang lebih cepat lebih baik yah,” kata Helmy Yahya.

“Ya begitu,” timpal Jusuf Kalla ke Helmy Yahya.***

Tinggalkan Balasan