Rabu , Agustus 4 2021

Fadli Zon sebut ideologi Komunis itu ganas dan kejam

Fadli Zon
Anggota DPR RI Fadli Zon.

Jakarta (Riaunews.com) – Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon menegaskan bahwa Ideologi komunis itu berbahaya.

Salah satu ‘rukun’ dari paham komunis adalah revolusi atau pengambilan paksa, kudeta dan sejenisnya.

Baca: SCTV akan siarkan Film G30S/PKI pada Ahad, 27 September nanti

“Revolusi (pengambilalihan paksa, kudeta dan sejenisnya) adalah bagian dari ‘rukun komunisme’. Maka di mana-mana rezim komunis itu berdarah-darah. Ideologi ini ganas dan kejam termasuk waktu merajalela di Indonesia. Film G30S/PKI masih sangat halus menggambarkan kekejaman komunis itu,” kata Fadli dikutip dari akun Twitternya, Sabtu (26/9/2020).

Fadli mengungkapkan kekejaman rezim komunis yang paling anyar terjadi di China.

“Rezim Komunis China memang kejam dan ganas terhadap kaum muslim di Xinjiang. Tak ada kebebasan beragama,” ujarnya.

Fadli mengungkapkan hal ini merespon sikap Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang menyerukan pengibaran bendera merah putih pada 30 September dan 1 Oktober 2020. Hal ini dilakukan untuk memperingati peristiwa politik paling kelam dalam perjalanan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu pemberontakan G30S/PKI.

Baca: Lupakan DN Aidit, ini dedengkot PKI yang pernah terima mandat langsung dari Stalin

Dalam seruan terbuka yang diunggah sejumlah akun twitter anggota KAMI itu disebutkan, pada 30 September pengibaran dilakukan setengah tiang dan pada 1 Oktober bendera merah putih dikibarkan satu tiang penuh.

“Karena yang paling terancam oleh komunisme adalah umat beragama, maka KAMI mengharapkan seluruh pemuka umat beragama (Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu) untuk menyampaikan pesan pengibaran bendera setengah tiang pada 30 September dan pada 1 Oktober melakukan pengibaran bendera satu tiang penuh,” demikian bunyi seruan terbuka yang diatasnamakan tiga Komite Ekskutif KAMI yaitu Ahmad Yani, Syahganda Nainggolan, serta Adhie Masardi tersebut.***

 

Sumber: Asia Today

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: