Jumat , Desember 3 2021

Hasil autopsi pastikan pengusaha rental mobil tewas dibunuh

M. Alhadar, seorang pengusaha rental mobil yang dilaporkan hilang oleh istrinya.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Setelah diautopsi oleh Tim Forensik dan DVI, M Alhadar (28), pengusaha rental mobil yang ditemukan tewas di dalam sumur di Siak, dipastikan akibat pembunuhan.

“Dari fakta pemeriksaan, jenazah tersebut terindikasi tidak wajar atau korban tindak pidana,” ujar Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru, AKBP drg Agung Hadi Wijanarko Sp.BM, melalui Kasubbid Dokpol, Kompol Supriyanto, Rabu (23/9/2020).

Baca: Mayat di Tualang dipastikan jasad M Alhadar, pengusaha rental mobil yang dilaporkan hilang

Namun, Supriyanto belum bisa menjelaskan secara rinci di mana lokasi luka, dan jenis kekerasan yang menyebabkan meninggalnya korban. Pasalnya, kasus masih dalam proses penyelidikan.

“Secara spesifik belum dapat kami jelaskan mulai lokasi luka, jenis kekerasan dan sebab matinya karena menunggu proses penyelidikan penyidik. Takut mengganggu proses penyelidikan tersebut,” jelas Supriyanto.

Diberitakan sebelumnya, warga menemukan mayat di dalam sumur yang berada di Dusun Sekar Mayang, Kampung Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Senin (21/9/2020) pukul 15.45 WIB.

Ketika ditemukan, mayat korban dalam posisi tertelungkup di sumur dan ditutupi semak-semak. Sesosok mayat tersebut menggunakan celana pendek di bawah lutut dan baju koko warna coklat tua.

Tangan korban diarahkan ke depan dan diikat dengan tali tambang warna hijau tua. Mulut korban disumpal dengan handuk dan kepala korban ditutup celana jenis jeans.

Supriyanto mengatakan, ketika ditemukan kondisi jenazah sudah mulai membusuk.

Baca: Warga Tualang Siak temukan mayat membusuk di sumur, diduga pengusaha rental mobil yang hilang

“Jenazah yang kami autopsi sudah dalam keadaan mengalami proses pembusukan ini teridentifikasi atas nama M Alhadar, 28 tahun. Berdasarkan data propertis dan data medis,” jelas Supriyanto.

Sebelum dikabarkan hilang, korban mendapat orderan dari seseorang untuk merental mobil korban selama tiga hari ke Koto Gasib pada 14 September 2020. Namun hingga beberapa hari, korban tak kunjung pulang ke rumahnya.

Terakhir, kendaraan korban terlacak GPS pada 15 September 2020. Setelah itu korban tak bisa dihubungi dan telepon selularnya tidak aktif.

Baca: Seminggu tak pulang, istri pengusaha rental mobil buat laporan ke polisi

Istri korban, Tutut Winarti, mengunggah kabar Kehilangan suaminya di media sosial. Ia pun melapor ke Polsek Tenayan Raya pada Ahad (20/9/2020) agar dilakukan penyelidikan hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal.***

 

Sumber: Cakaplah

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: