Irdinansyah Tarmizi, warga Muhammadiyah yang meniti karir dari bawah hingga jadi bupati Tanah Datar

Bupati Tanah Datar, Irdinansyah Tarmizi, wafat pada Sabtu (19/9/2020), setelah tiga pekan dirawat di rumah sakit.

Batusangkar (Riaunews.com) – Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi meninggal dunia pada Sabtu (19/9/2020) malam. Kabar berpulangnya Irdinansyah yang semula beredar di media sosial dibenarkan oleh Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Tanah Datar Yusrizal.

Melalui akun facebook resminya, Humas Tanah Datar kemudian menyebutkan, Irdinansyah meninggal pada pukul 19.55 WIB di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang, dalam usia 63 tahun.

Lini masa warga Sumbar dipenuhi ucapan duka cita untuk tokoh yang selama karir politik dan organisasinya, terkenal ramah dan santun.

Baca: Tiga pekan dirawat, Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi meninggal dunia

Dilansir Langgam.id, Irdinansyah memang sarat pengalaman, teruji karena meniti karir organisasi dan politik dari bawah.

Situs resmi Kabupaten Tanah Datar merilis, Irdinansyah lahir di Bukittinggi pada 13 Maret 1957.

Ia menghabiskan masa sekolah di Pekanbaru, sejak SD hingga menamatkan Pendidikan Guru Atas (PGA) pada 1975.

Setelah itu, Irdinansyah kuliah di Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Padang, yang ia tamatkan pada 1984. Di Padang pula, ia tercatat mulai aktif berorganisasi sejak dari Muhammadiyah, internal kampus hingga Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Berturut-turut, Irdinansyah menjadi wakil ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Padang (1976-1978) dan Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Tarbiyah IAIN Imam Bonjol Padang (1979-1980). Kemudian, jadi Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Padang (1980-1982) dan Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Barat (1985-1988).

Sembari berorganisasi, Irdinansyah aktif bekerja di dunia pendidikan. Ia sempat menjadi guru SMA Muhammadiyah 3 Nanggalo Padang (1983-1987). Kemudian jadi karyawan di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) (1984-1987) dan PNS KOPERTIS DPK di UMSB (1986-2000). Lalu, jadi pembantu dekan Fakultas Hukum UMSB (1989 -1990) dan berlanjut jadi pembantu rektor III UMSB (1990-1992).

Baca: Positif Covid-19, Sekda DKI Saefullah meninggal dunia, Anies ajak salat gaib

Aktif di Muhammadiyah, membawa Irdinansyah akhirnya juga aktif di KNPI dan Golkar. Ia menjabat Ketua KNPI Kota Padang (1994-1997). Di Golkar, Irdinansyah jadi wakil ketua DPD Partai Golkar Kota Padang (1998-2001) dan kemudian sekretaris Partai Golkar Sumbar (2001-2009).

Golkar mengantar Irdinansyah Tarmizi menjadi anggota DPRD Padang sejak 1992. Ia terus terpilih dalam Pemilu 1997 dan 1999 hingga mengakhiri tugas di DPRD Padang pada 2004.

Ia kemudian melangkah jadi anggota DPRD Provinsi Sumbar dua periode, sejak 2004 hingga 2014. Pada 2014, Irdinansyah terpilih menjadi wakil bupati Tanah Datar mendampingi Shadiq Pasadigue. Ia menggantikan Hendri Arnis yang maju jadi wali kota Padang Panjang, tahun sebelumnya.

Pada 2015, Irdinansyah terpilih dalam pilkada langsung menjadi bupati Tanah Datar berpasangan dengan Zuldafri Darma. Beberapa bulan lalu, karena sakit, Irdinansyah membatalkan keinginan maju untuk periode kedua di Pilkada Tanah Datar.***

Tinggalkan Balasan