Mahfud MD mengaku suka dan sering Tonton Film G30S/PKI

Poster film G 30 S/PKI

Jakarta (Riaunews.com) – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengaku kerap menonton film G30S/PKI. Hanya saja, ia menonton bukan karena ingin tahu atau meyakinkan sejarah PKI pada kurun waktu 1965-1966.

“Ada yang nanya, apa penting filem G.30.S/PKI disiarkan? Saya jawab, saya selalu nonton film tersebut tapi bukan ingin tahu atau meyakinkan tentang sejarah PKI,” kata Mahfud dalam akun twitter pribadinya @mohmahfudMD, Kamis (24/9/2020).

Baca: Heboh, Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku dicopot karena diminta orang PDIP untuk setop instruksi nonton film PKI

Film itu, kata Mahfud, ditonton karena secara kualitas memang layak dinikmati. Menurutnya, dari segi artisitik dan dramatisasi film tersebut memang cukup bagus dan menarik.

Terkait sejarah PKI, mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut mengaku sudah tahu karena usianya saat peristiwa terjadi cukup besar untuk mengingat.

“Saya selalu nonton karena ia adalah karya film yang bagus artistik dan dramatisasinya. Kalau sejarah PKI sih saya sudah tahu sebab tahun 1965 saya sudah 8 tahun,” tulisnya.

Polemik film G30S/PKI kembali mencuat usai mantan Panglima Gatot Nurmantyo menyebut dirinya dicopot sebagai panglima TNI karena film tersebut. Kala itu, Gatot memerintahkan jajarannya menonton film G30S/PKI.

Pernyataan tersebut ditayangkan dalam sebuah video yang diunggah di akun Youtube Hersubeno Point 21 September 2020, Gatot menyinggung soal pergantian sebagai panglima TNI pada 2017.

“Pada saat saya jadi panglima TNI, maka saya memerintahkan jajaran saya untuk menonton film G30S/PKI,” dikutip dari tayangan di akun Youtube.

Baca: Alfian Tanjung minta maaf atas perkataannya sebut pengurus Banser NU adalah anak keturunan PKI

Gatot mengklaim setelah dirinya memerintahkan menonton film G30S/PKI, seorang politikus PDIP memintanya berhati-hati.

“Saya bilang ‘terima kasih’, tapi justru saya gas karena ini benar-benar berbahaya, dan memang benar saya diganti,” kata Gatot.

Sementara itu, Politikus PDIP Tubagus Hasanuddin menyebut pergantian jabatan Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai Panglima TNI pada 2017 tidak terkait dengan perintah menonton film G30S/PKI.

Ketika suksesi Panglima TNI itu berlangsung, Hasanuddin masih menjabat Wakil Ketua Komisi I DPR yang menangani bidang pertahanan. Menurutnya, pergantian itu dilakukan murni karena masa jabatan Gatot sudah habis.

Baca: Arteria Dahlan minta isu PKI setiap September dihentikan

“Tak ada hubungannya sama sekali. Yang bersangkutan (Gatot Nurmantyo) memang sudah mendekati selesai masa jabatannya dan akan segera memasuki masa pensiun,” kata Hasanuddin kepada CNNIndonesia.com, Kamis (24/9).***

Tinggalkan Balasan