Selasa , Juni 15 2021

Masih menyerang, Airlangga sebut PSBB ketat ala Anies overdosis

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Jakarta (Riaunews.com) – Kritikan terus datang kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB total pada Senin (14/9/2020) besok.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang sebelumnya telah melakukan mengkritik terang-terangan, kini melanjutkan ‘serangan’ dengan mengatakan bahwa kebijakan Anies sudah overdosis.

Baca: Airlangga serang Anies karena berlakukan PSBB, Rizal Ramli: Jokowi itu presiden apa bukan?

“Bukan salah, tapi ini (PSBB Ketat) kebijakan yang sudah overdosis,” kata Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dalam sebuah diskusi online di Jakarta, Minggu (13/9/2020).

Menurut Airlangga, Jakarta bukanlah sebuah kota kecil, tapi merupakan kota besar dengan porsi ekonomi yang begitu besar juga. Maka dari itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian ini menilai penerapan PSBB Ketat ini salah kaprah.

“Jakarta bukanya hanya melambangkan 20 persen ekonomi, tapi Jakarta juga pusat saraf perekonomian nasional,” katanya.

Tentunya kata dia, jika Jakarta menerapkan kebijakan PSBB yang ketat akan mempengaruhi kembali kegiatan ekonomi baik secara regional maupun nasional.

“Sehingga apapun kebijakan yang diambil memrefleksikan kebijakan nasional, sehingga kalau kita lihat kemarin mempengaruhi pasar modal dan keuangan,” paparnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk menarik ‘rem’ darurat di tengah merebaknya virus Covid-19. Aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti di masa awal pandemi Maret lalu kembali diterapkan.

Artinya, dengan kebijakan ini, maka Jakarta kembali mengencangkan pembatasan kegiatan yang sempat dilonggarkan saat PSBB transisi. Segala sektor yang sempat diizinkan dengan ketentuan pengurangan kapasitas dan protokol kesehatan lainnya kembali harus ditutup.

Baca: Fadli Zon beri sindiran menohok bagi menteri penentang PSBB Jakarta

Kendati demikian, ada 11 sektor yang boleh diizinkan dibuka. Pasalnya mereka dianggap kegiatan yang penting bagi masyarakat untuk menunjang kebutuhan selama masa PSBB total ini.

Anies sendiri dalam pemaparannya menyatakan kondisi penularan virus corona di Jakarta saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Tuas rem darurat ini harus ditarik jika tidak ingin situasi lebih parah lagi.

Angka penularan Covid-19 semakin tinggi setiap harinya. Bahkan pasien yang meninggal dan dimakamkan dengan protap corona juga selalu bertambah.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: