Jumat , Juni 18 2021

Menteri Jokowi sebut gubernur harus pandai tangani corona dan ekonomi sekaligus

Menko PMK Muhadjir Effendy.

Jakarta (Riaunews.com) – Tugas berat harus disandang para gubernur, dalam menangani pandemi virus corona (Covid-19). Sebab, selain harus memperhatikan kesehatan masyarakat, perekonomian juga tak boleh bermasalah.

Hal ini diutarakan salah seorang menteri Jokowi, Muhadjir Effendy yang meminta kepala daerah setingkat gubernur untuk hati-hati dalam menanggulangi pandemi virus corona di wilayah masing-masing.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ini, sisi ekonomi tetap harus diperhatikan.

Baca: PDIP ngotot desak Anies Baswedan batalkan PSBB Total

“Gubernur harus pandai-pandai jangan sampai menangani Covid-19 tetapi ekonomi bermasalah,” kata Muhadjir lewat siaran pers, saat bertemu dengan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Sabtu (12/9/2020).

Muhadjir mengatakan hal tersebut bukan berarti sisi ekonomi harus diprioritaskan. Menurutnya, penanganan sisi ekonomi yang terdampak akibat pandemi virus corona pun harus dikontrol.

“Ekonomi ini harus ada rem dan gasnya, yang penting jangan rem mendadak dan jangan juga gas pol,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Muhadjir mengatakan kesadaran masyarakat menggunakan masker, khususnya di wilayah Sumetara Utara, masih tergolong rendah. Padahal Sumatera Utara merupakan salah satu daerah dengan kasus penularan Covid-19 tertinggi di Indonesia.

Dia lantas meminta pemerintah daerah untuk terus mengkampanyekan protokol kesehatan agar penularan virus corona bisa ditekan. Muhadjir pun sempat menyerahkan 40 ribu masker.

“Saya lihat di Sumatera Utara ini kesadaran penduduk untuk memakai masker masih rendah, perlu ditingkatkan,” kata Muhadjir.

Baca: Pertempuran tiada henti Anies vs Jokowi

Pemerintah pusat, lanjut Muhadjir, terus berupaya menekan angka kematian akibat virus corona. Misalnya dengan memberikan bantuan fasilitas alat kesehatan (alkes) seperti Polymerase Chain Reaction (PCR) serta ventilator untuk beberapa RS yang menangani pasien Covid-19.

Muhadjir juga telah menyerahkan bantuan ventilator untuk RS Umum Muhammadiyah Sumut. Selain itu juga memberikan bantuan kepada RS Adam Malik berupa alat pelindung diri (APD) sebanyak 432 buah serta 3.600 masker.

“Tujuan saya ke sini juga untuk meninjau pembangunan Gedung Infeksi RSUP H Adam Malik Medan yang dibantu dari sumber dana pemerintah pusat. Dan ini sudah termanfaatkan betul untuk pasien penderita Covid kelas berat, untuk yang ringan dan sedang ditanggung di RS di bawah Pemprov,” kata dia.

Baca: Diam saat menterinya serang Anies, Said Didu nilai Jokowi main dua kaki

Hingga Sabtu (12/9), ada 8.362 kasus positif virus corona di Sumatera Utara. Sebanyak 5.042 di antaranya telah sembuh dan 355 orang meninggal dunia.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: