Muhammadiyah lapor ke polisi karena ada spanduk “PKI Perjuangan” catut nama mereka

Sebuah spanduk provokatif yang mencatut nama Muhammadiyah di Depok.

Depok (Riaunews.com) – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Depok melaporkan spanduk provokatif ke polisi saat tahapan Pilkada Depok 2020 baru saja dimulai.

Spanduk itu bertulisan “Kami Warga Muhammadiyah Tidak Rela Kota Depok Dipimpin PKI Perjuangan”.

Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Depok Bidang Hukum dan HAM Ahmad Dahlan mengatakan, pihaknya sudah membuat laporan ke Polres Metro Depok terkait spanduk provikatif tersebut.

“Jangan merusak dan membawa nama Ormas Islam seperti Muhammadiyah. Ini negara hukum. Kami melaporkan hal ini ke Polres Metro Depok,” kata Dahlan ketika dikonfirmasi wartawan, Ahad (6/9/2020).

Menurut dia, pemasangan spanduk ini adalah fitnah yang keji yang mengatasnamakan Muhammadiyah, apalagi menjelang Pilkada Depok pada 9 Desember mendatang.

Spanduk mengatasnamakan Muhammadiyah ada di beberapa titik salah satunya di Jalan Keadilan, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat.

Pada spanduk tersebut terdapat logo dan corak tidak sama dengan logo Muhammadiyah yang sebenarnya.

“Ini orang yang tidak bertanggung jawab. Lihat dari logo dan corak jelas berbeda dengan logo Muhammadiyah. Ini spanduk provokatif. Kami jika memasang spanduk pasti terdapat tulisan pimpinan daerah atau pimpinan cabang atau ranting. Tidak pernah menulis warga Muhammadiyah,” ujar Ahmad Dahlan.

Kata dia, spanduk provokatif tersebut telah diturunkan dan dibawa ke Polres Metro Depok untuk dilaporkan sebagai barang bukti.

Pihaknya mengakui kesulitan mencari siapa oknum yang memasang spanduk tersebut.

“Sulit mencari saksi yang mengetahui siapa yang memasang spanduk. Maka kami langsung turunkan dan lanjutkan ke ranah hukum,” tegas Ahmad Dahlan.

Sementara itu, Ketua Badan Pengawas Pemilu Kota Depok Luli Barlini mengungkapkan, bahwa spanduk tersebut bukan merupakan pelanggaran pemilu tapi merupakan ranah keamanan karena kehadiran spanduk itu mengganggu ketertiban dan bertujuan meresahkan masyarakat.

“Spanduk ini tidak menyebutkan pasangan calon jadi kepada siapa ditujukan juga tidak jelas maka sudah tepat bila PD Muhammadiyah Kota Depok melaporkan hal ini ke Polres Metro Depok,” pungkas Luli. ***

 

Sumber: Gelora

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: