MUI akan gelar Munas, salah satu agendanya mengganti Ma’ruf Amin

Posisi Ma’ruf Amin sebagai Ketua Umum MUI akan diganti dalam Munas yang akan berlangsung 25 hingga 28 November 2020.

Jakarta (Riaunews.com) – Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Muhyiddin Junaidi menyatakan MUI akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) X tanggal 25 hingga 28 November 2020 di Hotel Sultan Jakarta. Pemilihan ketua umum dan pergantian pengurus pusat MUI akan jadi agenda utama dari gelaran Munas tersebut.

“Agenda utamanya adalah melakukan pergantian Dewan pengurus pusat MUI sesuai dengan AD/ART-nya,” kata Muhyiddin kepada CNNIndonesia.com, Selasa (15/9/2020).

Baca: Sertifikasi dari ditolak, Ali Ngabalin: Lebih baik berhenti jadi MUI

Kepengurusan pimpinan pusat MUI hasil Musyawarah Nasional MUI ke-IX di Surabaya lima tahun silam yang menetapkan Ma’ruf Amin sebagai Ketua Umum MUI yang akan habis pada tahun ini. Ma’ruf Amin memilih nonaktif dari jabatannya sebagai Ketum MUI sehubungan tugas negara menjabat Wakil Presiden RI.

Muhyiddin menyatakan pergantian kepengurusan MUI pasti dilakukan setiap lima tahun sekali. Ia menjelaskan bahwa Munas X nantinya akan menerapkan sistem formatur dengan total anggota sebanyak 13 orang.

Mereka adalah ketua umum, dua wakil ketua umum, sekjen, ketua dewan pertimbangan dan satu utusan Muhammadiyah dan satu utusan dari NU. Lalu nantinya ditambah utusan MUI provinsi yang dipilih secara bergantian.

“Lalu ada satu utusan perwakilan pesantren, satu utusan perguruan tinggi,” kata Muhyiddin.

Muhyiddin menjelaskan peserta Munas MUI ke-X berasal dari para utusan pengurus MUI di tingkat wilayah atau provinsi. Lalu, para peserta juga berasal dari ketua pimpinan harian MUI, ketua Dewan Pertimbangan MUI, wakil dan sekertaris MUI ,utusan ormas, perguruan tinggi, pesantren dan para ketua komisi dan sekertaris komisi MUI.

Baca: Teddy Gusnaidi lecehkan MUI, sebut pengurusnya belum tentu ulama

Sementara itu, Wasekjen MUI Amirsyah Tambunan menyatakan Munas X MUI akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Ia menyatakan para serta yang berasal dari pelbagai daerah wajib menjalani tes swab PCR Covid-19 terlebih dulu sebelum tiba di Jakarta.

“Setelah di-swab dan negatif, barulah mereka bisa mengikuti Munas,” kata Amirsyah dalam keterangan yang diterbitkan oleh BNPB.

Selain itu, panitia sudah mengatur agar satu peserta hanya menempati satu kamar hotel. Ruang makan para tamu peserta Munas X MUI akan dilayani oleh petugas hotel dengan protap protokol kesehatan yang tertib dan ketat.

Ihwal tata cara pemilihan ketua dalam Munas juga dirancang menggunakan sistem formatur. Tatib Munas juga akan mengesahkan pelaksanaan rangkaian acara dalam durasi yang lebih singkat, yakni menjadi satu hari satu malam.

Baca: Ustaz Tengku Zulkarnain anggap NU Online mengadu domba antar pengurus MUI

“Agar efektif dan efisien,” kata dia.***

Tinggalkan Balasan