Rabu , Juni 16 2021

Penunjukan Yan Prana Jaya sebagai Komisaris Utama BRK dikritisi anggota dewan

Sekdaprov Riau, Yan Prana Jaya.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Yan Prana Jaya, telah ditetapkan sebagai Komisaris Utama Bank Riau Kepri melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Selasa (15/6/2020) malam.

Namun, rangkap jabatan yang kini disandang Yan Prana dikritisi oleh anggota dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Riau.

Baca: Papan bunga mahasiswa di Menara Bank Riau Kepri buat oknum tertentu gerah

Salah satu kritikan datang dari Ketua Komisi III DPRD Riau, Husaimi Hamidi. Ia khawatir jabatan Komisaris Utama tersebut akan berdampak pada pembahasan APBD-P 2020 dan APBD murni 2021 mendatang.

Menurut Husaimi, jabatan Sekdaprov Riau yang ada di pundak Yan Prana saat ini bebannya sudah cukup berat.

“Sekda (Yan Prana) ini beban kerjanya berat, ditambah lagi jabatan Komisaris Utama BRK. Nanti kita khawatirkan bank ini tak berkembang. Dia ada ilmu perbankan enggak? Kalau ada permasalahan bisa enggak komunikasi antara komisaris dengan direksi. Mampu ndak, ini kita pertanyakan,” katanya kepada awak media, Rabu (16/9/2020).

Politisi PPP ini menambahkan, bahwa Yan Prana dihadapkan dengan keterlambatan pembahasan APBD Perubahan, padahal Sekda merupakan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Ditambah dengan tugas sebagai Komut BRK yang pastinya sudah tentu berat

“Jadi, mampu gak? APBD-P telat masuk. Ini kerjanya Sekda, ini ditambah Komut, bisa jadi tak dikirim-kirim Draft APBD Murni,” cakapnya lagi.

Lebih lanjut, Husaimi mengatakan bahwa pihaknya mengkritisi karena khawatir nantinya banyak hal yang terkendala dari rangkap jabatan yang berat tersebut.

Baca: Yan Prana Jaya sudah 10 jam diperiksa Kejati dan belum keluar ruangan

Melansir Cakaplah, sebelumnya Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) menetapkan Yan Prana Jaya sebagai Komisaris Utama (Komut), Andi Buchori sebagai Direktur Utama (Dirut).

Kemudian rapat yang dihadiri 21 tamu undangan yang juga pemegang saham perbankan plat merah itu menetapkan HM Suharto sebagai Direktur Dana dan Jasa. Lalu untuk Direktur Operasional BRK, Said Syamsuri.

Dalam penetapan calon Direktur Operasional ini berlangsung cukup lama, karena sempat dilakukan voting untuk penetapannya, apakah Denny Mulya Akbar atau Said Syamsuri. Namun hasil voting Said unggul dari Denny Mulya Akbar.***

 

Editor: Ilva

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: