Perempuan Perancis jagi ogah pakai bra karena pandemi

Menara Eifel yang menjadi ikon Kota Paris, Perancis.

Paris (Riaunews.com) – Semakin banyak perempuan Prancis yang memilih tidak menggunakan bra selama masa pandemi. Mengenakan bra dianggap sebagai sesuatu yang merepotkan.

Hal tersebut ditemukan dalam jajak pendapat yang dilakukan French Institute of Public Opinion (IFOP) baru-baru ini. Jajak pendapat menemukan, jumlah perempuan Prancis yang mengaku tak pernah atau jarang mengenakan bra meningkat delapan persen selama masa karantina wilayah atau lockdown.

Mengutip The Local, tren ini sangat nampak pada kelompok perempuan usia muda. Satu dari enam perempuan berusia di bawah 25 tahun mengaku tak pernah memakai bra.

Angka tersebut mengalami peningkatan dari masa sebelum pandemi. Survei serupa yang dilakukan sebelum masa lockdown menunjukkan, hanya empat persen perempuan Prancis di bawah 25 tahun yang secara teratur tidak mengenakan bra.

Sementara itu, jika dilihat dari semua kelompok usia yang disurvei, tujuh persen dari 3.108 perempuan mengaku tidak pernah memakai bra. Angka ini juga meningkat dari tiga persen sebelum masa lockdown.

Sebanyak 32 persen dari perempuan yang tidak mengenakan bra itu mengaku bahwa pilihan tersebut didorong oleh motivasi mereka untuk melawan seksualisasi terhadap tubuh perempuan, utamanya payudara.

CNN malansir, hasil survei tersebut dianggap sebagai konsekuensi tidak langsung dari pandemi. Banyak perempuan yang terbiasa tidak mengenakan bra saat hanya berdiam diri di rumah selama masa lockdown. Setelah masa lockdown berakhir, mereka melanjutkan kebiasaan yang terbentuk selama masa karantina.

Francoise Krause dari IFOP mengatakan bahwa tren ‘no bra’ di Prancis telah didorong oleh isolasi selama masa lockdown.

“Situasi luar biasa menyebabkan wanita pola pikir wanita beralih dari ‘apa gunanya memakai bra saat lockdown’ menjadi ‘apa gunanya untuk terus memakai bra’,” kata Krause.***

Editor: Ilva

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: