Pria yang meninggal tergeletak di jalan diduga serangan jantung

Petugas medis mengevakuasi seorang pria yang tewas tergeletak di Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru. (Foto: Cakaplah)

Pekanbaru (Riaunews.com) – Seorang pengendara sepeda motor yang tergeletak di pinggir Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru atau tepatnya di depan Hotel Lido pada Selasa (8/9/2020), diduga meninggal karena serangan jantung.

Pria yang menggunakan sepeda motor jenis Supra X warna merah dengan plat nomer BM 2123 NF ini tergeletak di samping sepeda motornya. Saat itu ia masih menggunakan helm dan jaket jeans.

Baca: Berteduh di gubuk karena hujan, 10 remaja pemain bola tewas disambar petir

Sontak hal tersebut tentu mengundang perhatian warga dan pengendara yang tengah melintas, namun tak lama setelah itu ambulan dari Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru datang untuk mengevakuasi pria tersebut.

Beberapa tenaga medis lengkap dengan alat pelindung diri (APD) langsung mengevakuasi korban tersebut untuk dibawa ke rumah sakit.

Kapolsek Sukajadi AKP Hendrizal Gani mengatakan setelah mendapatkan laporan dari warga, bersama petugas medis polisi langsung mengevakuasi pria tersebut.

“Setelah dari Puskesmas Langsat, pria tersebut kemudian dirujuk ke RSUD Arifin Achmad untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut,” katanya.

Setiba di rumah sakit, pria yang diketahui bernama Rafidal ini langsung dilakukan serangkaian pemeriksaan Covid-19. Namun setelah dilakukan serangkaian tes, pihak rumah sakit menyatakan bahwa pria tersebut negatif Covid-19.

Baca: Pria meninggal terkapar di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru dievakuasi tim ber-APD lengkap

Lanjut Hendrizal, sebelum tergeletak beberapa saksi melihat pria tersebut kejang-kejang dan tak berapa lama kemudian pria kelahiran tahun 1966 ini tidak sadarkan diri.

“Yang bersangkutan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit, dan masih menunggu hasil visum. Korban meninggal dengan wajar tanpa ada kekerasan dan diduga meninggal karena serangan jantung,” pungkasnya.***

 

Sumber: Cakaplah

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: