Jumat , September 25 2020
Home / Nasional / Said Didu: Kasihan Erick, sudah pasang badan soal kerugian Pertamina malah di upper cut Ahok

Said Didu: Kasihan Erick, sudah pasang badan soal kerugian Pertamina malah di upper cut Ahok

Said Didu

Jakarta (Riaunews.com) – Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahja Purnama terkesan menohok Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir karena membongkar aib di internal Pertamina sendiri.

Begitu diungkapkan mantan Sekretaris Kementerian BUMN, M. Said Didu yang merasa prihatin dengan kondisi BUMN saat ini.

Baca: Ustaz Hilmi sentil Ahok: Kirain cuma buzzer yang ngomong Kadrun, ternyata Komut BUMN juga rasis

“Itu menohok terlalu jauh. Saya kasihan juga menterinya (Erick Thohir) baru beberapa hari pasang badan (mengatakan) Ahok enggak salah, tapi dirinya yang salah karena Pertamina rugi Rp 11 triliun,” ujar Said Didu dalam Talk Show Indonesia Business Forum di tvOne, Rabu malam (16/9/2020).

Bahkan, mantan Komisaris PT Bukit Asam ini menyoroti satu pernyataan Ahok yang menilai Kementerian BUMN harusnya dibubarkan, dan kemudian diganti denan pembentukan Indonesia Corporation atau seperti Temasek, sebuah konsep penggabungan holding BUMN yang akan menjadi superholding.

“Tahu-tahu kena upper cut oleh Ahok. Kantornya mesti dibubarkan segera. Upper cut-nya ampun deh, semua di-upper cut,” ungkap Said Didu.

Oleh karena itu, Said Didu mengaku bingung dengan sikap Ahok yang blak-blakan membuka aib Pertamina ke muka publik. Dia mempertanyakan apa sebenarnya tujuan dan maksudnya.

Baca: PDIP nilai Ahok tak tepat bongkar aib Pertamina

“Makanya saya bilang, Ahok ini lagi apa? Apakah sudah menyerah atau sedang ada tujuan lain?” ucapnya.

Said Didu bahkan mengibaratkan Ahok seperti koordinator tukang sampah di RW yang sedang marah karena sampahnya banyak. Padahal, mantan gubernur DKI Jakarta itu memang mendapat tugas dari ketua RW untuk membersihkan sampah.

“Jadi saya ibaratkan koordinator tukang sampah di RW mengumumkan sampah di RW itu banyak. Padahal tugasnya membersihkan sampah,” urainya.

Lebih lanjut, dia menilai tidak seharusnya Ahok marah keluar. Soal komisaris titipan, seharusnya Ahok bisa menyampaikan langsung kepada Wakil Menteri BUMN, Budi Gunadi Sadikin, yang juga menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama di Pertamina.

“Wakomut itu Wamen BUMN, kenapa nggak marah ke Wakomut, kan tiap minggu ketemu,” tanyanya.

Baca: Sebut “Kadrun”, Fadli Zon nilai komunikasi Ahok rasis dan memecah belah

“Jadi kenapa marah keluar, karena kalau nggak marah bukan Ahok namanya,” demikian Said Didu.***

User Rating: Be the first one !

Tinggalkan Balasan