Selain MUI, Kemenag juga libatkan BNPT dalam program sertifikasi dai

Menteri Agama Fachrul Razi. Program Sertifikasi Dai oleh Kementerian Agama dianggap memecah-belah umat Islam.

Jakarta (RIaunews.com) – Direktur Jenderal Bina Masyarakat Islam, Kementerian Agama (Kemenag), Kamaruddin Amin mengatakan program sertifikasi penceramah akan melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan sejumlah organisasi kemasyarakatan Islam. Ia memastikan program tersebut akan dilakukan secara kolaboratif.

“Program ini juga akan melibatkan MUI dan ormas Islam lainnya,” kata Kamaruddin dalam keterangan resmi yang diterima Jumat (4/9/2020).

Baca: Sekjen MUI siap mundur tolak sertifikasi penceramah ala Menteri Agama

Kamaruddin menyatakan dalam sertifikasi penceramah ini, Kemenag hanya berperan sebagai koordinator dan fasilitator. Pemilihan para narasumber dari sertifikasi ini juga bukan hanya dari Kemenag.

“Inti program ini adalah penguatan wawasan kebangsaan dan pengarusutamaan pemahaman keagamaan rahmatan lil alamin,” kata dia.

Selain itu, Kamaruddin menyatakan program tersebut turut melibatkan kementerian dan lembaga negara yang terkait. Ia menyebut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) hingga Lemhanas akan diajak dalam program tersebut.

“Program penceramah bersertifikat akan melibatkan banyak pihak, termasuk Lemhanas, BPIP, dan BNPT,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi menyampaikan bahwa Kementerian Agama segera menggulirkan program penceramah bersertifikat pada bulan ini. Untuk target awal, program ini bisa diikuti 8.200 penceramah.

Fachrul menyatakan program penceramah bersertifikat ini diberlakukan untuk semua agama. Meski demikian, penyelenggaraan program tersebut sengaja digelar secara sukarela oleh Kemenag.

Baca: HNW pertanyakan rencana Menteri Agama berlakukan sertifikasi hanya untuk penceramah Islam

Program sertifikasi penceramah sempat direncanakan oleh Fachrul pada medio akhir 2019 lalu. Fachrul sempat mengeluhkan bahwa saat ini banyak penceramah yang membodohi umat lewat ceramah.

Wacana ini sempat menimbulkan pro kontra di tengah-tengah publik. Salah satunya datang dari PA 212 yang menuding ada agenda terselubung yang direncanakan MUI dan Kemenag dalam sertifikasi penceramah.***

 

Sumber: CNN Indonesia

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: