Sabtu , Desember 4 2021

Seperti Mulyadi, Paslon Pilwalkot Cilegon tak pakai SK PDIP

Bacalon Wali Kota Cilegon Helldy Agustian tak menggunanakn SK dukungan PDIP saat pendaftaran ke KPUD setempat.

Serang (Riaunews.com) – Surat keputusan (SK) rekomendasi yang diterbitkan PDIP tidak dipakai oleh bakal pasangan calon Pilwalkot Cilegon, Banten, Helldy Agustian-Sanuji Pentamarta. Mereka hanya menggunakan SK rekomendasi dari PKS dan Partai Berkarya saat mendaftar ke KPU.

Helldy menjelaskan bahwa SK rekomendasi dari PDIP tidak sama dengan SK dari PKS dan Berkarya. SK rekomendasi dari PDIP mengusung bakal paslon Helldy-Reno Yanuar. Walhasil, SK dari partai banteng tidak dipakai oleh bapaslon Helldy-Sanuji.

Baca: Hubungan PDIP-Demokrat diprediksi memanas paska Mulyadi kembalikan rekomendasi

“Kita ini kan sudah didukung oleh PKS-Berkarya atas nama Helldy-Sanuji. Di akhir, menjelang pendaftaran, kita terkaget-kaget karena muncul nama Helldy-Reno. Tapi kan Berkarya dan PKS hanya mengeluarkan Helldy-Sanuji,” kata Helldy saat dihubungi, Rabu (9/9).

Helldy dan Sanuji lantas mendatangi KPU untuk mendaftar sebagai bapaslon Pilwalkot Cilegon pada 5 September bermodal SK rekomendasi dari PKS dan Partai Berkarya. SK Rekomendasi dari PDIP tidak disertakan karena tidak ada komunikasi lebih lanjut jelang waktu pendaftaran.

“PDIP telepon cuma bahasanya apakah Pak Heldy sudah dipanggil DPP atau belum, ya saya bilang belum. Jadi kita mendaftar atas nama Helldy-Sanuji,” terangnya.

Komunikasi terjalin terakhir pada 29 Agustus, ketika PDIP datang membawa SK rekomendasi untuk mengusung Helldy-Reno Yanuar.

“Itu keluar pada 29 Agustus 2020. Kalau Berkaryanya Helldy-Sanuji, PDIP keluar nama Helldy-Reno gimana nyambunginnya coba kan. Saya juga surprise dan berterima kasih ke PDIP sudah mempercayakan ke Helldy,” kata Helldy.

Pasangan Helldy-Sanuji diusung oleh PKS dan Berkarya yang masing-masing memilik 4 kursi di DRPD Kota Cilegon. PDIP juga memiliki 4 kursi. Namun, tanpa PDIP, Helldy-Sanuji tetap memenuhi syarat kepemilikan kursi untuk mendaftar ke KPU.

Baca: Tinggalkan PDIP merupakan upaya Mulyadi jaga suara Pilgub Sumbar

Sebelumnya, SK rekomendasi dari PDIP juga tidak dipakai oleh bakal pasangan calon Pilgub Sumbar Mulyadi-Ali Mukhni. Tak lepas dari polemik yang mencuat akibat pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani.

Saat mengumumkan dukungan kepada Mulyadi-Ali Mukhni, Puan melontarkan pernyataan berisi harapannya agar masyarakat Sumatera Barat mendukung Pancasila. Pernyataan Puan lantas menuai kritik dari banyak pihak.***

 

Sumber: CNN Indonesia

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: