Selasa , Oktober 20 2020
Home / Utama / 13 Ruangan di SMPN 1 Rambah Ludes Dilalap Api

13 Ruangan di SMPN 1 Rambah Ludes Dilalap Api

SMPN 1 Rambah terbakar
Kebakaran hebat landa SMPN 1 Rambah, Rokan Hulu, pada Ahad (18/10/2020) dini hari WIB. (Foto: Cakaplah)

Rambah (Riaunews.com) – Kebakaran hebat melanda SMP Negeri 1 Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, pada Ahad (18/10/2020) dini hari tadi.

Akibat peristiwa tersebut 13 ruangan musnah jadi puing-puing menghitam dan tidak bisa dimanfaatkan lagi.

Melansir Cakaplah, kebakaran yang melanda sekolah di Jalan Hang Tuah, Dusun Wonosari Barat Desa Koto Tinggi Kecamatan Rambah ini berlangsung saat masyarakat sedang tertidur lelap.

Baca: Gerak Cepat, HILMI FPI Pelalawan Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Pangkalan Kerinci

Kepala SMPN 1 Rambah, Yeleson Syuryadi ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian yang menghanguskan 13 ruangan, yang terdiri dari ruang belajar dan kantor. Ia mengaku baru tahu kejadian tersebut setelah masyarakat menelponnya.

“Awalnya masyarakat yang melihat api membakar sekolah, lalu saya dapat telepon. Setibanya di sekolah api sudah besar,” terang Yeleson.

Yeleson juga mengatakan, 13 ruangan yang terbakar masing-masing adalah 6 ruangan kelas, 1 ruangan BP, 1 ruangan guru, 1 ruangan sarana prasarana, 1 ruangan UKS, 1 ruangan koperasi, 1 ruang ganti baju atau serba guna dan 1 ruang laboratorium IPA.

Dijelaskan Yeleson, seluruh sarana dan prasarana yang berada di 13 ruangan tersebut tidak dapat diselamatkan alias habis hangus terbakar.

“Termasuk arsip dan data-data penting seluruh pelajar yang ada di ruangan guru juga tak terselamatkan. Bahkan ada 3 unit ruangan yang baru selesai dibangun juga ikut terbakar,” tambahnya.

Baca: Dewan duga kebakaran gedung Kejagung terkait kasus besar internal

Akibat kebakaran itu ditarksir kerugian mecapai Rp2 miliar. Yeleson sendiri mengakui penyebab kebakaran belum diketahui dan belum bisa memberikan keterangan.

Dari informasi yang didapat, saat api mulai membakar ruangan, sejumlah masyarakat mencoba membantu padamkan api dengan peralatan seadanya. Tak berapa lama 3 unit mobil pemadam kebakaran dan 1 unit mobil water canon milik Polres Rohul mencoba padamkan api. Namun karena tiupan angin kencang, membuat api kian merembet dan menghanguskan 13 ruangan.

Pada Ahad siang, Sekda Rohul Abdul Haris didampingi Ketua Dharma Wanita Persatuan Netty Herawati, memantau kondisi SMPN 1 Rambah yang sebagian besar tinggal puing-puing.

Abdul Haris mengaku sedih karena akan berimbas kepada kebutuhan belajar mengajar.

Pemkab Rohul akan mencari solusi seperti apa dalam jangka pendek dan jangka panjang.

“Kita akan mencoba dengan beberapa cara yang bisa cepat dilakukan, kemungkinan memasukkan ke RAPBD kita lihat, walaupun RAPBD 2021 Rohul hari ini sudah berproses dan sudah memasuki finalisasi KUA PPAS,” katanya.

Baca: Ayah, Ibu dan bayi 10 bulan jadi korban kebakaran di Keritang

Sekda juga menyatakan, akan melihat dari celah ketentuan yang ada apakah masih memungkinkan Pemkab melakukan pembangunan SMPN 1 Rambah, atau nantinya mengambil dari beberapa kegiatan yang masih bisa ditangguhkan karena besaran APBD sudah tidak mungkin lagi digeser angkanya tapi masih bisa digeser jika sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kemudian solusi lainnya, bagaimana kita untuk meminta sumbangsih dari CSR perusahaan di Rohul. Artinya, dari beberapa perusahaan mungkin bisa membantu dan akan memakan waktu lebih pendek. Karena kebutuhan lokal adalah satu hal yang harus kita penuhi mengingat ini akan berpengaruh terhadap masa depan anak-anak kita,” sebut Sekda.***

Tinggalkan Balasan