Selasa , Oktober 27 2020
Home / Bisnis / Bank Dunia sebut RI Sebagai Tukang Utang, Ini Jawaban Kemenkeu

Bank Dunia sebut RI Sebagai Tukang Utang, Ini Jawaban Kemenkeu

Bank Dunia
Bank Dunia tempatkan Indonesia sebagai 10 besar negara penghutang terbesar.

Jakarta (Riaunews.com) – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) buka suara terkait laporan Bank Dunia (World Bank) yang memasukkan Indonesia dalam daftar 10 negara dengan utang luar negeri (ULN) terbesar di deretan negara berpenghasilan rendah dan menengah. Laporan itu bertajuk Statistik Utang Internasional 2021 dan dipublikasikan pada pekan ini.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Rahayu Puspasari memberi sinyal bahwa laporan dari Bank Dunia tidak tepat. Sebab, lembaga ekonomi dan keuangan internasional itu menggunakan basis data ULN Indonesia sebagai pembanding jumlah utang luar negeri negara lain di kategori penghasilan rendah dan menengah.

Baca: Lebih dari setengah APBN dibiayai dari hutang, FPKS: Negara bisa kolaps

Padahal, data ULN Indonesia sejatinya bukan hanya menyertakan utang yang berasal dari pemerintah, namun juga Bank Indonesia (BI), BUMN, dan swasta. Data ULN yang digunakan merujuk pada Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) dari BI.

“Perlu diketahui bahwa data publikasi IDS Bank Dunia didasarkan pada data SULNI tersebut. Pemerintah berulang kali menjelaskan bahwa data ULN dalam SULNI dimaksud tidak hanya terdiri dari ULN pemerintah, namun termasuk data ULN BI, BUMN, dan swasta,” ujar Rahayu dalam keterangan resmi, Rabu (14/10/2020).

Sementara berdasarkan data ULN Indonesia per akhir 2019, jumlah utang pemerintah pusat sebesar US$199,88 miliar atau 49 persen dari total ULN Indonesia. Menurut Rahayu, porsinya masih lebih rendah dari negara-negara lain yang masuk dalam daftar tersebut.

“Jika dibandingkan dengan 10 negara yang disebutkan dalam beberapa artikel pemberitaan media kemarin, sebagian besar utang pemerintahnya di atas 50 persen, sementara posisi Indonesia jauh di bawahnya,” katanya.

Baca: Fadli Zon ingatkan Pemerintah jangan bohongi rakyat soal hutang negara

Selain itu, utang Indonesia umumnya merupakan jangka panjang sekitar 88,8 persen dari total ULN. Ia mengklaim hal ini karena pemerintah mengelola utang dengan prinsip kehati-hatian (pruden) dan terukur (akuntabel).

Lebih lanjut, ia memberi sinyal kewajaran tingginya ULN Indonesia karena masuk dalam jajaran negara G20 alias negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Indonesia sendiri berada di peringkat ke-16.

“Utang Indonesia di antara negara-negara tersebut terhitung besar karena ekonomi Indonesia masuk dalam kelompok negara G-20 pada urutan ke-16. Dengan ekonomi yang besar, utang pemerintah (tanpa BUMN dan swasta) relatif rendah, yakni 29,8 persen di Desember 2019,” tuturnya.

Dilansir CNN, sebelumnya, Bank Dunia mengumumkan daftar negara dengan ULN terbesar di jajaran negara berpenghasilan rendah dan menengah. Mereka adalah Argentina, Brazil, India, Meksiko, Afria Selatan, Thailand, Turki, Indonesia, dan Rusia.

Jumlah ULN Indonesia sendiri mencapai US$402,08 miliar pada 2019. Secara total, ULN negara-negara berpendapatan rendah dan menengah mencapai US$8,1 triliun pada 2019 atau naik 5,4 persen dari 2018.

Mengutip laporan Bank Dunia bertajuk International Debt Statistics 2021, Selasa (13/10), utang luar negeri Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun.

Baca: Fadli Zon: Pujian Bank Dunia pada Indonesia karena berutang sesuai harapan mereka, bukan rakyat

Rinciannya, utang luar negeri Indonesia pada 2009 sebesar US$179,4 miliar, pada 2015 sebesar US$307,74 miliar, pada 2016 sebesar US$318,94 miliar, pada 2017 sebesar US$353,56 miliar, pada 2018 sebesar US$379,58 miliar, dan pada 2019 sebesar US$402,08 miliar.

Mayoritas utang itu bersifat jangka panjang. Misalnya, utang luar negeri jangka panjang Indonesia pada 2019 sebesar US$354,54 miliar, sedangkan jangka pendek sebesar US$44,79 miliar.

Posisi itu menempatkan Indonesia di peringkat ke-6 negara berpendapatan rendah menengah yang memiliki utang besar.

Selain Indonesia, negara berpendapatan rendah dan menengah lainnya yang masuk dalam 10 besar dengan utang luar negeri terbanyak adalah Argentina, Brazil, India, Meksiko, Afria Selatan, Thailand, Turki, dan Rusia.***

Tinggalkan Balasan