Dinilai Melecehkan Institusi Polri, Arteria Dahlan Minta Richard Muljadi Ditangkap

Richard Muljadi
Polisi Bali saat melakukan pengawalan terhadap Richard Muljadi yang sedang melakukan jogging.

Jakarta (Riaunews.com) – Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan mengecam keras Richard Muljadi yang jogging dikawal oleh mobil dinas Patroli Jalan Raya (PJR) milik Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Arteria mengatakan, tindakan cucu konglomerat Kartini Muljadi itu telah melecehkan institusi Polri dan negara.

“Ini urusan serius, bukan hanya terkait norma aturan hukum dan etika, tapi juga telah mempertontonkan sikap jumawa dan arogan yang secara sengaja melecehkan institusi kepolisian dan negara,” kata Arteria dalam keterangannya, Kamis (22/10/2020).

Baca: Ketika Polisi Bali Menjadi Kacung Konglomerat Richard Muljadi

Lari alias jogging bersama anjing peliharaan lalu dikawal polisi di jalan Protokol kemudian sengaja direkam dan disebarluaskan sehingga menjadi konsumsi publik merupakan tindakan yang konyol.

Menurut Arteria, peristiwa itu mempertegas festivalisasi arogansi kekuasaan pengusaha berada diatas kekuasaan negara.

Dalam video itu, Arteria melihat banyak tafsir, misalnya Richard ingin menegaskan kepada publik bahwa ia bukan orang sembarangan, berkuasa dan dekat dengan polisi.

“Atau extreemnya bisa saja ditafsirkan kalau polisi sudah dia beli, bahkan mungkin alat kelengkapan negara dan kekuasaan negara sudah terbeli olehnya. Usut tuntas, tangkap dan proses hukum supaya jelas cerita sebenarnya,” tegas politisi asal PDIP itu.

“Ini sengaja kok, bermotif, dan ini sangat melecehkan dan menyerang kehormatan negara bahkan pemerintah yang berkuasa. Jangan sampai nanti dikesankan Polri sebagai polisi swasta bukan polisi rakyat hanya karena ulah kampungan anak ini,” ujar Arteria menambahkan.

Baca: Bawa Poster ‘;Awas Tukang Kawal Jogging’, Seorang Pelajar Bali Diamankan Polisi

Untuk itu, Arteria meminta Polri tidak hanya memberikan sanksi terhadap oknum anggotanya saja melainkan juga memanggil Richard Muljadi untuk dilakukan penyelidikan mendalam, bahkan kalau perlu langsung ditersangkakan sebagai pembelajaran.

“Kan sudah unsurnya terpenuhi. Pidana KUHP-nya dapat, ITE-nya juga dapat. Ini lebih parah dari mereka yang menghina polri hanya dengan kata-kata yang kemarin ditangkapi,” tantang Arteria.***

Tinggalkan Balasan