Kamis , Desember 2 2021

Ditangkap polisi, pelaku pembuat konten TikTok yang sebut Masjid setel musik DJ-tak berakhlak ngaku khilaf

Pemuda keturunan Tionghoa yang merupakan pelaku pembuatan konten TikTok menghina Islam, mengaku khilaf. (Foto: Detik)

Bandung (Riaunews.com) – Pemuda berinisial KWS (19) bikin geger gegara membuat video TikTok yang menyebut masjid Persis Bandung setel lagu disc jockey (DJ) dan tak berakhlak. KWS mengaku perbuatannya itu hanya iseng.

“Saya khilaf, iseng. Maaf,” ujar KWS di Mapolrestabes Bandung, Senin (5/10/2020).

Baca: Muhammadiyah imbau Muslim tak terpancing atas berulangnya penistaan pada Islam

Dia mengaku sama sekali tak ada maksud apapun atas video itu. Namun, KWS menegaskan ulahnya demi menambah follower dengan cara itu salah.

“Hanya iseng. Padahal saya tuh tidak punya mimpi seperti ini. Saya paham banget, saya bersalah dan menyinggung banyak orang. Padahal tuh saya punya mimpi dari dulu, saya pengen suatu saat bisa bukan terkenal dengan cara yang seperti ini. Tapi dengan yang mengharumkan bangsa,” tuturnya.

Soal ide membuat konten tersebut, dia tak menjelaskan. KWS hanya mengaku khilaf atas apa yang diperbuat.

“Khilaf, maaf,” katanya.

Dia meminta maaf atas perbuatan yang dilakukannya. Permintaan maaf ditujukan bagi masyarakat, keluarga Persis hingga kedua orang tuanya.

“Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada umat Islam, kepada Persis dan kepada semua orang yang tersinggung oleh konten saya tersebut di TikTok kemarin,” ucap KWS.

Baca: Menghina Nabi Muhammad dan penistaan agama Islam, polisi tangkap pria Simalungun

Video TikTok itu viral di medsos sejak Senin (5/10/2020). Sebagaimana dilihat detikcom, video berdurasi 15 detik itu memperlihatkan pria yang merupakan pengguna medsos itu sedang berdiri di seberang masjid pesantren milik Persis di Jalan Pajagalan, Kota Bandung.

Beberapa warganet berupaya mengingatkan agar si pembuat konten agar minta maaf dan tidak bersikap rasis.

Namun bukannya minta maaf, KWS malah balik menyerang.

“Bacot lu itu rasis dari mana? Orang gua bikin konten edukasi. Jangan setel lagu di masjid, meski dalam konten itu gua pakai editan, itu cuma buat perumpamaan, tapi maksudnya itu jangan setel lagu di masjid. Lu aja kali yang otaknya nggak mampu menyerap pesannya. Jadi salah tangkap,” ujar pemuda itu diakhiri dengan ajakan untuk ikut give away ponsel.

Video selanjutnya juga berjenis sama. Pemilik akun itu menjawab pertanyaan netizen. Dalam video ini, ada netizen yang meminta klarifikasi dari pemilik akun.

“Ga ada klarifikasi-klarifikasi. Buat apa? Sekali lagi ini tuh edukasi bukan nyebar kebencian. Edukasi masa ada klarifikasi klarifikasi, aneh orang, bingung. Gua bingung sama orang-orang, kenapa sih suka salah paham otak lu aja yang nggak mampu. Gua tuh orangnya anti menyebar kebencian, ngerti? Gua selalu edukasi nomor satu,” ujar dia diakhiri dengan ucapan sama untuk ikut give away ponsel.

Baca: MUI minta polisi tindak tegas pelaku vandalisme mushalla Darussalam di Tangerang

Tim Advokat LBH PP Persis Zamzam Rasiqin mengatakan ada lebih dari satu konten yang dibuat pemilik akun itu di TikTok terkait masjid Persis. Video pertama yang menunjukkan masjid Pesantren Persis di Jalan Pajagalan menyetel musik, konten tanya jawab dan video terakhir yang diduga akan dibuat, namun dia tertangkap oleh sekuriti.

“Pada awal mula ditanya oleh sekuriti, pelaku tidak mengakui sebagai orang yang membuat video pertama. Namun setelah didesak karena baju yang ia kenakan sama dengan baju yang ada pada video pertama, akhirnya ia mengakui perbuatannya,” tutur Zamzam dalam keterangan tertulisnya.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: