Fadli Zon: Penangkapan Gus Nur Mirip Jaman Penjajahan

Bareskrim Polri menangkap Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur.
Bareskrim Polri menangkap Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur di Malang karena diduga menyebarkan ujaran kebencian kepada Nahdlatul Ulama (NU). (Foto: Detik)

Malang (Riaunews.com) – Penceramah Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur digelandang ke Bareskrim Polri di Jakarta usai ditangkap di Malang, Jawa Timur. Ia ditangkap di kediamannya di Malang, Jawa Timur pada Sabtu (24/10/2020) dini hari pukul 00.00 WIB.

“Benar, (Gur Nur) telah ditangkap,” ujar Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo, kepada awak media.

Ia ditangkap aparat kepolisian lantaran dilaporkan telah menghina Nahdlatul Ulama dan hal tersebut dilakukan berkali-kali.

Baca: 3×24 Jam Gus Nur Ditangkap Polisi, Netizen: Denny Siregar cs Kapan?

Terkait penangkapan ini, Politikus Gerindra Fadli Zon angkat bicara. Ia menilai penangkapan yang dilakukan terhadap Gus Nur ini mirip jaman kolonial.

“Penangkapan-penangkapan seperti ini mirip seperti di zaman penjajahan Belanda dan Jepang dulu,” kritik Fadli Zon.

Politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu menilai bahwa harus ada pihak yang mendata, bahkan membukukan ihwal orang yang ditangkap lantaran terjerat oleh Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Lebih lanjut, dikatakannya bahwa hal tersebut merupakan penistaan terhadap kostitusi, demokrasi, dan hak asasi manusia.

Baca: Gus Nur Ditangkap, Politisi PKS Sedih Pasal Karet UU ITE Dipakai Lagi

“Harus ada yang mendata dan mencatat bahkan membukukan sudah berapa banyak orang ditangkap karena UU ITE yang diinterpretasikan seperti ini. Jelas ini penistaan terhadap konstitusi, demokrasi dan hak asasi manusia,” tambah Fadli.***

Tinggalkan Balasan