Fadli Zon: Vaksin Merah Putih Kok Jadi Vaksin Palu Arit

Vaksin corona
Pemerintah berencana akan beli jutaan dosis vaksin corona dari China.

Jakarta (Riaunews.com) – Fadli Zon mengkritisi dengan tegas perihal kabar vaksin Covid-19 sinovac yang diedarkan pada November mendatang.

Kritikan pedas ini disampaikan langsung oleh Fadli Zon saat diundang menjadi pembicara di acara Talk Show tvOne, Dua Sisi.

Secara gamblang Fadli Zon mengatakan bahwa sebelum mengedarkan vaksin Covid-19 sinovac ini, pemerintah beserta pihak-pihak yang bertanggung jawab perihal vaksin Covid-19 sinovac harus hati-hati.

Baca: Jokowi Pastikan Vaksin Corona Tak Gratis untuk Seluruh Masyarakat

“Kalau saya melihat gini ya Bung Arya, ini seperti kata Presiden Jokowi ya ini para juru bicara ini harus hati-hati juga selain para menteri di saat berkomunikasi soal ini. Ini harus dibedakan mau menyuntikkan vaksin atau masih mau uji coba itu beda, ini kan sebenernya judulnya uji coba klinis tahap 3 bukan vaksin final karena belum approval dari WHO dan bahkan IDI ada menolak,” ujar Fadli Zon, dikutip PORTAL JEMBER dari kanal YouTube Talk Show tvOne.

Menurut Fadli Zon, persoalan vaksin Covid-19 sinovac ini harus jelas. Harus dibedakan masih dalam tahap uji coba atau sudah final.

“Artinya apa rakyat Indonesia jangan jadi kelinci percobaan itu yang paling penting karena saya baca juga di Brazil juga begitu, di Brazil ada penolakan juga terkait vaksin sinovac ini. Vaksin ini bisnis besar jangan sampai kita ini dijadikan pasar vaksin. Kan dulu pak Jokowi komitmentnya ada vaksin merah putih kok ini jadi vaksin palu arit,” tegas Fadli Zon.

Fadli Zon mengegaskan bahwa jangan sampai rakyat Indonesia menjadi bahan uji coba vaksin Covid-19 sinovac.

Memang sudah dari pemerintah sendiri sudah mengkonfirmasi bahwa vaksin Covid-19 sinovac sebisa mungkin akan diedarkan pada bulan November.

Baca: Di Brazil harga vaksin Sinovac hanya Rp28.000, di RI kok bisa Rp300 ribu?

“Sinovac sudah digunakan oleh pemerintah China. Karena uji klinisnya sudah ada dan dasar penggunaanya adalah dari otoritas kesehatan semacam BPOM di Indonesia yang ada di China, tinggal kita menunggu aspek keamanan,“ ujar Achmad Yurianto, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes saat mengumumkan Vaksin Covid-19 Sinovac akan segera diedarkan.

“Artinya kita menunggu emergency use authorization yang dikeluarkan oleh BPOM dan sertifikat kehalanan dari MUI, ini yang kita tunggu. Kalau dua-duanya sudah ada dan schedulenya ketat kita berharap di akhir November sudah dilakukan penyuntikan yang pertama,” ucap Achmad Yurianto.

Di sisi lain, Fadli Zon menambahkan jika saja pemerintah percaya dengan Ilmuan Indonesia besar kemungkinan Indonesia bisa membuat prototype Vaksin dalam 4 bulan.***

Tinggalkan Balasan