Selasa , Oktober 27 2020
Home / Spesial Riau / Bengkalis / Ini Sejumlah Objek Wisata yang Wajid Dikunjungi di Pulau Rupat

Ini Sejumlah Objek Wisata yang Wajid Dikunjungi di Pulau Rupat

Beting Aceh
Beting Aceh di Pulau Rupat.

Bengkalis (Riaunews.com) – Pariwisa di Pulau Rupat memang tak kalah dari daerah lain di Tanah Air. Berada di pesisir timur Provinsi Riau, Pulau Rupat yang masuk dalam wilayah administrasi Kabupaten Bengkalis ini memiliki sejumlah objek wisata yang bisa memanjakan mata.

Melansir Media Center Riau, Muhammad Fadli, pemuda yang aktif sebagai penggiat wisata di sebuah komunitas Explore Rupat menuturkan, Pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negeri jiran Malaysia itu, memiliki objek wisata pantai yang menjadi andalan untuk wisatawan, yakni Pantai Lapin, Pantai Teluk Rhu, Mercusuar Tanjung Medang dan Pulau Beting Aceh.

Baca: Tol Permai Membuat Daerah Wisata Pulau Rupat Jadi Lebih Dekat

“Pantai di Pulau Rupat utara bersih dan berpasir putih. Pantai Lapin, Pantai Teluk Rhu, Pulau Beting Aceh dan Mercusuar di Tanjung Medang merupakan destinasi favorit bagi wisatawan yang berkunjung ke Rupat utara,” kata Muhammad Fadli, S.Sos.

Selain itu, Fadli menuturkan, Rupat utara juga memiliki kudapan khas yang sering dijadikan oleh-oleh pelancong, yaitu kerupuk ikan parang. Kerupuk ini memiliki cita rasa lezat, gurih dan renyah. Rasa daging ikan lautnya sangat kental terasa.

Fadli menyampaikan, Rupat utara bisa juga menjadi lokasi yang tepat bagi para wisatawan yang ingin menyaksikan ribuan burung jenis sikep madu (pernis ptilorhynchus) bermigrasi.

Pasalnya pada waktu tertentu, burung sejenis elang yang berasal dari pegunungan Siberia itu, melintasi langit di timur laut Riau yakni di Pulau Rupat. Proses migrasi (wintering area) di Riau terjadi mulai Februari hingga Maret dan November hingga Desember.

Pada tahun 2019 lalu, Fadli sempat mendampingi pengamat burung dari negeri jiran Malaysia, Han Yong Kwong bersama rekannya Lim Kim Chye. Dua warga negeri jiran itu melakukan penelitian di Pulau Rupat Utara. Mereka melihat langsung dan memastikan keberadaan habitat elang sikep madu melintasi lokasi tersebut.

“Pulau Rupat merupakan tempat paling dekat dari Malaysia untuk kegiatan pengamatan migrasi burung elang sikep madu. Pada tahun 2018 lalu, tim kajian dari Malaysia telah meneliti terdapat sekitar 60 ribu burung elang melintasi pulau Rupat dalam satu musim,’’ ungkap Fadli.

Baca: Investor Singapura bakal jadikan Rupat Utara resort kelas dunia

Menurutnya, migrasi ribuan burung pemangsa ini menjadi pemandangan menarik. Pasalnya, raptor ini dapat dilihat langsung dengan mata, terlebih dengan binokuler dan ini merupakan potensi yang positif untuk event bird watching.

Pantai Pulau Rupat
Pantai di Pulau Rupat memiliki pasir putih yang indah. (Foto: Tribunnews)

Pulau Rupat Utara memiliki pasir putih sepanjang 17 kilometer dengan kondisi pantainya yang sangat bersih.

“Saya sendiri telah melihat langsung,” kata Tasbir, Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintah Kementerian Pariwisata pada detikTravel.

Pantai Pesona boleh dikatakan mirip dengan Pantai Sanur di timur Bali dengan pasir putih yang terbentang luas, sehingga bisa dimanfaatkan untuk voli pantai dan cocok untuk berjemur, berenang, menyelam, bahkan berselancar.

Jika kondisi cuaca bagus di malam hari, akan terlihat cahaya-cahaya lampu di Port Dickson Malaysia.

Menyusuri bagian dalam pulau, Anda akan menjumpai kawasan ekologi dengan segudang keunikan.

Selain Pantai Rupat nan menawan, terdapat satu pantai lain di Pulau Rupat yang tak kalah memesona. Yaitu Pulau Beting Aceh. Pulau ini adalah pulau kecil unik dengan pasir pantai berbisik yang berbunyi jika disentuh. Saat air laut surut, pulau yang bersebelahan dengan Pulau Babi itu akan menciptakan daratan pasir seluas lapangan bola.

Baca: Banjir di Pulau Rupat, mahasiswa kecam PT Surya Dumai

Pengunjung dapat berjalan kaki dari Pulau Beting Aceh ke Pulau Babi melewati pasir putih yang membelah laut. Menurut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bengkalis, Eduar, pulau tidak berpenghuni tersebut muncul akibat adanya sedimentasi air laut yang membawa pasir menumpuk hingga menjadi pulau.

Selain wisata air, bahari dan pantai, Pulau Rupat Utara juga memiliki wisata budaya. Yaitu tarian Zapin Api, atau menari di atas bara api, yang merupakan tarian khas Melayu di Kabupaten Bengkalis, dan hanya bisa ditemukan di Rupat Utara.***

Tinggalkan Balasan