Kabar Petani Ubi yang Dianiaya Security PT MCP, Ini Penjelasan Humas PT Arara Abadi

Victor Nainggolan pelaku penusukan security PT MCP
Victor Nainggolan pelaku penusukan security PT MCP, Sahala Hasiloan, saat diamankan di Polsek Pinggir. (Foto: Istimewa)

Pekanbaru (Riaunews.com) – Berita di beberapa media online tentang petani ubi warga Sebanga dianiaya oleh security PT Arara Abadi (AA) cukup menghebohkan.

Namun sayangnya informasi ini tidak lengkap tanpa ada keterangan dari Humas PT AA dan hanya keterangan sebelah pihak.

Dimintai klarifikasinya manajer Humas PT AA, M Herwansyah didampingi staf Humas Alfian, menjelaskan peristiwa yang terjadi pada 7 Oktober 2020, tidak sesuai dengan kenyataan dan fakta yang sebenarnya terjadi.

Baca: Permintaan Anggota DPRD Riau Masih Dikaji PT Arara Abadi

Diceritakan Irwan, kejadian yang mengakibatkan satu orang security PT MCP kontraktor PT AA, Sahala Hasiloan (27) tewas akibat tusukan benda tajam yang diduga dilakukan oleh Victor Nainggolan dibagian perut, bermula saat security PT MCP melakukan tugas rutin patroli di wilayah konsesi PT AA.

Kejadian ini berawal dari security PT MCP melakukan pengamanan tenaga kerja kegiatan tanam eucaliptus dan pemupukan di areal HTI PT Arara Abadi, Pada hari Rabu (7/10/2020) sekira pukul 08.00 WIB di KM 38 Dalam, Desa Tasik Serai Kecamatan Talang Muandau Kabupaten Bengkalis.

Pada areal yang sudah ditanam dan dipupuk tersebut, sebagian tanaman tidak ada lagi di lokasi dan telah ditanami ubi oleh orang yang tak dikenal (OTK). Lalu team security membersihkan tanaman ubi tersebut agar dapat kembali ditanami eucaliptus.

“Sekira pukul 15.00 WIB datang dua orang diketahui bernama Nainggolan dan Manurung lalu mengaku memiliki lahan tersebut dan terjadi perdebatan dengan team security PT MCP sekira pukul 15.30 WIB. Namun belum berujung pada kontak fisik dan perbedebatan usai lalu Nainggolan dan Manurung serta security PT MCP meninggalkan lokasi perdebatan,” kata Irwan.

Baca: Seword terbitkan artikel yang memfitnah, Habib Rizieq dituduh terlibat penusukan Syekh Ali Jaber

Sekira pukul 18.30 WIB, team security melaksanakan aplusan jaga malam, selanjutnya anggota security PT MCP Saul Sinaga dan Pisli melakukan pengecekan terhadap tanaman yang baru ditanam. Mereka melihat tanaman yang baru ditanam sudah dicabut dan tidak ada lagi diareal tersebut.

Pada saat itu datang sekitar 8 orang menghampiri Saul Sinaga dan Pisli, dua orang security ini mendapat ancaman kekerasan seperti parang panjang ditempelkan diperut Pisli dari salah seorang yang tidak dikenal tersebut.

“Kau mau mati mengecek areal ini,” kata Irwan meniru orang yang mengancam tersebut.

Lalu kemudian anggota security PT MCP Saul Sinaga menelepon Danton security PT MCP, Roy Martin Siregar dan mengatakan Pisli sudah diancam.

“Parang sudah ditempelkan ke perut Pisli, dan katanya kalau ada security datang lagi ke sini pasti jatuh korban,” lanjut Irwan.

Mendapat informasi tersebut, Roy Marten menghubungi Site Manager Security PT MCP Simsoni dan menyampaikan anggota Pisli dan Saul Sinaga diancam dengan parang dan disandera di lokasi tanaman yang telah dicabut oleh sekelompok orang.

Sekira pukul 20.00 WIB team security PT MCP berangkat dari Distrik Duri 2 KM 38 Desa Tasik Serai menuju ke areal Konsesi HTI PT Arara Abadi yang tanamannya dicabut dan yang diklaim oleh kelompok Nainggolan.

Sesampai di lokasi tersebut team security menuju ke sebuah pondok yang ada berdiri di areal Konsesi HTI PT Arara Abadi. Setiba di podok tersebut team security PT MCP menemui sekelompok orang yang berjumlah delapan orang yang sudah berkumpul dan memegang parang.

Baca: Bongku, petani yang dipenjara karena tebangi pohon akasia PT AA bebas

Lalu Site Manager Security PT MCP Simsoni menanyakan kepada orang tersebut siapa yang mengancam security tadi dengan parang.

“Lalu ada suara teriakan dari kelompok orang tersebut dan terjadi bentrok antara security PT MCP dengan kelompok orang yang berjumlah delapan orang tersebut,” kata Irwan.

Saat terjadi bentrok, salah seorang dari kelompok orang tersebut diketahui bernama Victor Nainggolan menyerang Simsoni dengan menggunakan pisau, lalu security lainnya, Vincen ingin menangkap pisau tersebut namun tidak berhasil malah tangan Vincen terluka akibat pisau tersebut. Disaat bersaman Victor terjatuh dengan tangan masih menggengam sebilah pisau ditangan kanannya.

Kemudian security, Sahala Hasiloan Sianturi ingin menangkap Victor yang sedang terbaring ditanah, seketika itu juga Victor langsung menusukan pisau ke arah perut Sahala Hasiloan dan iapun terjatuh ke tanah bersimbah darah.

Mengetahui korban terluka Victor kemudian melarikan diri diikuti dengan kelompok orang yang tidak dikenal lainnya.

Baca: FPI pandang penusukan Syekh Ali Jaber seperti modus kaum komunis

Oleh rekan-rekan sesama security, Sahala dilarikan ke Puskesmas Serai Wangi, Kecamatan Talang Mandau, namun sesampai di Puskesmas Serai Wangi keadaan korban kritis banyak mengeluarkan darah dan nyawanya tidak dapat diselamatkan.

“Pelaku penusukan serta satu orang rekannya sudah diamankan ke Polsek Pinggir dan sudah diproses untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Irwan.***

Tinggalkan Balasan