Selasa , Oktober 27 2020
Home / Bisnis / Kanwil Pajak Sita Milyaran Aset Penunggak Pajak di Riau

Kanwil Pajak Sita Milyaran Aset Penunggak Pajak di Riau

Penyitaan aset penunggak pajak
Kanwil Pajak Riau menyita sejumlah aset dari para pengemplang pajak.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Milyaran aset milik penunggak pajak di Provinsi Riau disita oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Riau pada akhir September 2020 lalu.

Penyitaan ini dilaksanakan serentak oleh enam Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di lingkungan Kanwil DJP Riau, antara lain KPP Pratama Pekanbaru Senapelan, KPP Pratama Dumai, KPP Pratama Rengat, KPP Pratama Pekanbaru Tampan, dan KPP Pratama Bengkalis dan KPP Madya Pekanbaru untuk menyelematkan uang negara.

Baca: Penghapusan denda pajak kendaraan diperpanjang hingga 15 Desember 2020

Kepala Bidang Pemeriksaan, Penagihan, Intelijen dan Penyidikan (P2IP) Kanwil DJP Riau, Rizal Fahmi menyebut, kegiatan penyitaan terhadap asset milik penanggung pajak tersebut dilaksanakan dengan mengacu pada Pasal 12 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang Penagihan Pajak dengan Surat Paksa sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2000.

“Dari pelaksanaan kegiatan tersebut, Kantor Pelayanan Pajak di wilayah kerja Kanwil DJP Riau berhasil menyita 1 bidang tanah dan bangunan dalam bentuk rumah pertokoan (ruko), 1 bidang tanah dan bangunan rumah tinggal, 2 unit Dump Truck, 2 unit mobil, dan 2 rekening bank senilai Rp950 juta rupiah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 30 September 2020,” katanya di Pekanbaru, Rabu (4/10/2020).

Dikarenakan masih dalam masa pandemi Covid-19, lanjut Rizal, seluruh pegawai yang turun ke lapangan dalam melaksanakan kegiatan penyitaan tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai ketentuan.

Pihaknya berharap dengan dilaksanakannya kegiatan sita serentak ini diharapkan dapat memberikan deterrent effect kepada wajib pajak yang memiliki tunggakan pajak agar segera memenuhi kewajibannya.

Baca: Rasio pajak RI hanya satu digit, Ekonom nilai kinerja era Jokowi sangat buruk

Kanwil DJP Riau sendiri, kata Rizal akan selalu mendorong Wajib Pajak untuk memenuhi kewajibannya baik secara soft collection yaitu melakukan komunikasi persuasive dengan Wajib Pajak/Penanggung Pajak maupun hard collection yaitu salah satunya dengan cara penyitaan.

“Atas barang hasil sita tersebut akan segera dilakukan pelelangan dan akan dilakukan pemidahbukuan ke kas Negara untuk rekening yang disita apabila tunggakan pajak tidak dilunasi,” jelasnya. ***

Tinggalkan Balasan