Ketua DPW PKS Tegaskan Samsu Dalimunte Bukan Kader Mereka

Indra Gunawan Eet dan Samsu Dalimunte
Samsu Dalimunthe mendampingi Indra Gunawan Eet pada Pilkada Bengkalis tahun 2020 ini.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Provinsi Riau, Hendry Munief meluruskan kabar yang beredar bahwa Samsu Dalimunte, Cawabub Bengkalis yang mendampingi Indra Gunawan Eet di Pilkada Bengkalis masih merupakan kader PKS.

Hendry Munief menjelaskan, bahwa Samsu Dalimunte alias Samda bukanlah kader PKS. Ia hanya menjadi anggota DPRD dari Bengkalis dan saat ini telah diproses PAW (Pergantian Antar Waktu) oleh PKS.

Baca: PKS ancam PAW Samsu Dalimunte, buntut akan dampingi Eet di Pilkada Bengkalis tanpa izin

“Saya banyak dapat laporan, banyak sekali yang bilang Samda adalah orang PKS yang maju dengan Golkar. Saya tegaskan beliau bukan dari PKS. PKS hanya mengusung satu pasangan yaitu Abi Bahrun – Herman,” kata Hendry Munief, dilansir Cakaplah, Kamis (22/10/2020).

Munief menjelaskan bahwa Samda belum menjadi kader PKS karena ia menolak proses kaderisasi di partai tersebut. Maka dari itu PKS mengambil sikap tegas dengan memproses PAW Samda bahkan sebelum menjadi calon dengan maju dengan kader lain.

“Jadi, PKS hanya (mengusung) satu, Abi Bahrun. Kami tak mau dibilang main dua kaki. Kalau mantan anggota DPRD Kabupaten Bengkalis dari PKS betul, tapi jadi kader belum sempat,” tukasnya.

Sebelumnya, pada pertengahan Juli 2020 silam Hendry juga sudah pernah mengatakan, bahwa pihaknya tidak segan-segan dan tegas akan melakukan PAW kepada Samda.

Baca: Samsu Dalimunthe dipanggil Polda Riau terkait Dugaan Perambahan Hutan

Dijelaskan Hendry, selain isu di atas, penyebab lainnya adalah keengganan Samda ikut pembinaan kaderisasi partai, sehingga hingga saat ini statusnya bukanlah kader PKS, meski telah duduk sebagai anggota dewan dari fraksi PKS.

“Beliau itu bukan kader, memang anggota DPRD dari PKS tapi belum menjadi kader PKS, itulah tandanya PKS terbuka. Di awal dikatakan bahwa beliau akan jadi kader PKS setelah duduk. Dan diminta juga mengikuti pembinaan kaderisasi, karena AD/ART kita mewajibkan itu. Dia menolak, ngakunya gak siap, dan juga beberapa kewajiban belum dipenuhi. Tapi yang terpenting adalah saat ini posisinya beliau maju tanpa menginfokan ke kita,” papar Hendry, Jumat (17/7/2020).***

Tinggalkan Balasan