Selasa , Oktober 20 2020
Home / Nasional / Ngabalin sebut Jokowi Keturunan Nabi Sulaiman dan Bisa Bicara dengan Bebek, Cek Fakta!

Ngabalin sebut Jokowi Keturunan Nabi Sulaiman dan Bisa Bicara dengan Bebek, Cek Fakta!

Jokowi keturunan Nabi Sulaiman
Jokowi disebut keturunan Nabi Sulaiman (Turnbackhoax.id)

Jakarta (Riaunews.com) – Beredar narasi yang menyebutkan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ali Mochtar Ngabalin mengungkap bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) keturunan Nabi Sulaiman As. Bahkan, Jokowi bisa berbicara dengan bebek.

Klaim tersebut diungkap oleh akun Facebook bernama Prabu Wicaksono yang dibagikan ke grup Facebook bernama Muslim Cyber Opposite.

Baca: Rachland Nashidik ke Ngabalin: Andalah sampah otoriterisme!

Akun tersebut mengunggah foto tangkapan layar artikel berita dari TogogNews.com dengan judul artikel ‘Ngabalin: Jangan Macam-macam sama Pak Jokowi, Beliau Keturunan Nabi Sulaiman, Buktinya Bisa Bicara dengan Bebek’.

Dalam foto tangkapan layar tersebut, tertulis artikel dibuat pada 14 Oktober 2020.

Unggahan tersebut telah dibagikan sebanyak 19 kali dengan 29 komentar.

Dari penelusuran Turnbackhoax.id — jaringan Suara.com, Ahad (18/10/2020), klaim yang menyebut Jokowi keturunan Nabi Sulaiman As adalah klaim yang salah.

Saat dilakukan pencarian di mesin pencarian Google menggunakan kata kunci ‘togognews.com’, tidak ditemukan laman situs tersebut.

Dalam artikel pemberitaan manapun juga tidak ditemukan pernyataan Ngabalin yang menyebut bahwa Jokowi merupakan keturunan Nabi Sulaiman As dan bisa berbicara dengan bebek.

Baca: Tanggapi keheranan Roy Suryo, Fadli Zon: Ngabalin adalah wajah pemerintahan Jokowi

Adapun foto yang dicantumkan dalam artikel tersebut yakni Ngabalin bersalaman dengan Jokowi adalah momen saat Ngabalin ditunjuk menjadi Staf Ahli di Kantor Staf Kepresidenan pada 2018 lalu.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan klaim yang menyebut Jokowi keturunan Nabi Sulaiman As dan bisa berbicara dengan bebek adalah klaim yang keliru.

Klaim tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.***

Tinggalkan Balasan