Kamis , Desember 2 2021

PA 212 Serukan Boikot Produk Prancis

Wakil Sekretaris Jendral PA 212 Novel Bamukmin.
Wakil Sekretaris Jendral PA 212 Novel Bamukmin.

Jakarta (Riaunews.com) – Persaudaraan Alumni (PA) 212 bakal mendatangi Kedutaan Besar Prancis di Jakarta untuk mengecam pernyataan Presiden Emmanuel Macron yang dinilai menghina Islam dan Nabi Muhammad.

“Insya Allah kami siap turun ke jalan melakukan aksi ke depan Kedutaan Prancis,” kata Wakil Sekretaris Jendral PA 212, Novel Bamukmin kepada CNNIndonesia.com, Senin (26/10/2020).

PA 212, kata Novel, mengecam keras pernyataan Macron yang dianggap menghina Islam. Ia menilai Macron sama saja telah mendukung penistaan terhadap umat Islam di seluruh dunia.

Baca: Kritik Pernyataan Macron, MUI Minta Menlu Panggil Dubes Prancis

“Yang jelas umat Islam seluruh dunia termasuk Indonesia marah,” ujarnya.

Novel lantas menyerukan kepada umat Islam di Indonesia memboikot produk-produk berasal dari Prancis yang beredar di Indonesia.

Namun, ia menyatakan bahwa pihaknya tak bisa menghalangi jika ada keinginan umat Islam melakukan sweeping warga negara Prancis yang menetap di RI.

“Untuk saat ini sikap yang paling spontan adalah memboikot produk Prancis dan meminta kepada Dubes Prancis mempunyai sikap tegas,” kata Novel.

Macron mengeluarkan pernyataan kontroversial dan dianggap menyinggung umat Islam dengan menyatakan kejahatan terorisme Islam harus ditindak tegas.

Ketua umum Partai La Republique en Marche (LREM) melontarkan pernyataan itu sebagai responsnya terhadap kasus pemenggalan Samuel Paty, guru yang dibunuh setelah menunjukkan karikatur Nabi Muhammad kepada para muridnya.

Macron pun langsung mendapat kecaman dari berbagai pihak. Sejumlah negara Timur Tengah bahkan menyerukan boikot produk Prancis sebagai bentuk protes.

Baca: Standar Ganda Barat: Menghina Yahudi Disebut Antisemit, Menghina Islam Malah Dikatakan Kebebasan Ekspresi

Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengecam pernyataan Macron tersebut. MUI pun meminta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memanggil Duta Besar Prancis untuk Indonesia guna meminta klarifikasi pernyataan Macron.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: