Kamis , Desember 2 2021

Padamnya api abadi Majusi ketika kelahiran Nabi Muhammad SAW

Kuil api majusi
Kuil api Majusi. (ilustrasi)

Riaunews.com – Api abadi Mrapen yang terletak di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, baru-baru ini dilaporkan padam total.

Berdasarkan catatan sejarah, ini adalah kali pertama api abadi yang digunakan tiap tahun untuk menyalakan obor upacara Hari Raya Waisak bagi umat Buddha padam.

Baca: Pertama kali dalam sejarah, api abadi Mrapen padam total

Namun, keberadaan api abadi lebih dikenal berada di Azerbaijan.

Julukan The Land of Fire bahkan dipampangkan Azerbaijan saat menjadi sponsor utama Atletico Madrid beberapa tahun lalu.

Jersey Atletico Madrid
Azebaijan saat mensponsori Atletico Madrid.

 

Laporan Azerbaijan yang berjuluk The Land of Fire ditemukan dalam tulisan tokoh-tokoh penjelajah dunia, seperti catatan Marcopolo pada abad ke-13 dan penjelasan penulis kenamaan Prancis Alexandre Dumas.

Dalam bukunya yang berjudul “Tales of the Caucasus”, Dumas memberikan penjelasan keberadaan kuil-kuil Zoroastrianism di wilayah Azerbaijan yang dibangun di sekitar api abadi.

Zoroastrianism merupakan aliran kepercayaan penyembah api yang lahir pada abad ke-6 Masehi di Iran. Dalam keyakinan Zoroatrianism, api adalah manifestasi dari roh kudus Ahura Mazda.

Zoroastrianism telah berkembang lebih dari 2.000 tahun lalu di Iran. Zarathustra kemudian mempelopori kejayaan Zoroastrianism di Azerbaijan dengan memperbarui nilai-nilai ajarannya.

Pada masa kejayaan Zoroatrianism banyak berdiri kuil-kuil yang dibangun berdekatan dengan sumber api abadi. Satu kuil yang masih berdiri hingga kini yaitu Menara Meidan, letaknya di tepi Laut Kaspia.

 

Api Majusi Padam

Menjelang kelahiran Nabi Muhammad SAW di Jazirah Arab, sumber api abadi utama yang disembah oleh penganut Zoroastrianism tiba-tiba padam setelah ribuan tahun lamanya menyala. Tak hanya itu, sumber-sumber api abadi lainnya juga turut padam secara mendadak.

Seiring berjalannya waktu akibat padamnya api abadi yang disembah, penganut Zoroastrianism berkurang secara signifikan dan hanya menyisakan beberapa kelompok penganutnya. Sebagian besar dari mereka mengalami krisis iman dan lebih memilih memeluk agama baru.

Setelah Islam mulai berkembang di Jazirah Arab, penganut Zoroastrianism yang masih terisisa disebut sebagai umat Majusi. Hal ini merujuk pada golongan pemuja api di Persia Kuno yang mencakup wilayah Iran dan Azerbaijan di masal lalu.

Api Majusi Kembali Berkobar

Api abadi di Azerbaijan kembali berkobar pada tahun 1950-an di Yanar Dag akibat kecerobahan seorang pengembala yang membuang korek api di bebatuan yang mengeluarkan gas alam.

Api abadi Yanar Dag di Azerbaijan
Api abadi Yanar Dag di Azerbaijan.

Dibadingkan kobaran api abadi ribuan tahun lalu, kobaran api abadi di Yanar Dag sangat jauh lebih kecil. Meskipun hujan atau salju, api abadi di Yanar Dag akan terus menyala.

Baca: Sengketa Nagorno-Karabakh, Azerbaijan perang dengan Armenia

Berdasarkan hasil penelitian dan kajian olh para ilmuwan modern diketahui bahwa wilayah Azerbaijan terletak diantara cekungan Laut Kaspia Selatan, sumber minyak bumi terbesar dan tertua di dunia.

Pada 2018, Azerbaijan mampu menghasilkan sekitar 800.000 barel minyak bumi dan lebih dari 25 miliar meter kubik gas alam per tahun.

Tak banyak api abadi yang tersisa di Azerbaijan saat ini. Pemerintah Azerbaijan berupaya memadamkan beberapa sumber api abadi karena menyebabkan pengurang tekanan gas bawah tanah yang mengganggu proses ekstraksi gas untuk komersial. Yanar Dag menjadi satu-satunya sumber api abadi yang tersisa yang paling berkesan di Azerbaijan.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: