Pencuri Buah Sawit Setelah dilaporkan ke Polsek Batang Gansal Inhu, Malah Dilepas

PEKANBARU (RiauNews.com)-JSM Siburian, diduga telah melakukan pencurian buah sawit di PT IP yang berlokasi di Desa Penyaguan, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Inhu, Provinsi Riau. Menurut pemilik PT IP, JSM tertangkap tangan saat melakukan aksinya pada Rabu (14/10/20) oleh karyawan PT IP.

Tak ingin kejadian pencurian buah sawit itu terus berulang seperti sebelumnya, pemilik kebun menyerahkan JSM ke Polsek Batang Gangsal di Kabupaten Inhu sekaligus membuat laporan dengan nomor Laporan Polisi : LP/34/X/2020/Riau/Res Inhu/Sek Batang Gansal, Oktober 2020.

Di laporan itu dijelaskan kronologis peristiwa pidana yang diduga dilakukan oleh JSM Siburian itu terjadi pada hari Rabu, 14 Oktober 2020 sekitar pukul 14.30 WIB, di PT IP, Blok 20 Desa Penyaguan Kecamatan Batang Gansal Kabupaten Inhu.

Dalam laporan Polisi tersebut juga dicatat barang bukti hasil curian terduga pelaku, yakni berupa Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dengan jumlah 151 dan diduga dilakukan oleh JSM Siburian, Bin N Siburian. Pelaku diancam dengan pasal 362 KUHPidana.

Namun pemilik kebun merasa aneh karena, JSM yang disebut tertangkap tangan itu justru dilepaskan oleh Polsek Batang Gansal, dengan alasan kurang bukti.

, “Ini jadi pertanyaan kami, kenapa saat ini JSM Siburian yang sudah tertangkap oleh security kami, juga ia telah mengakui perbuatannya, justru merubah pengakuannya, ketika ditahan di Polsek. Dengan dasar itulah Kanit Reskrim melepaskan pelaku karena disebut kurang bukti, sekalipun wajib lapor sekali 24 jam,”jelas DW pemilik kebun yang nama lengkapnya tidak usah disebut dalam pemberitaan.

DW selaku pemilik kebun yang selama ini merasa telah banyak dirugikan akibat tindakan pencurian oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dirinya merasa tidak puas dan kecewa atas proses hukum di Polsek Batang Gansal dan akhirnya DW dan keluarga melaporkan perkara tersebut ke Polres Inhu di Rengat untuk mendapatkan keadilan.

, “Disebut Kanit Reskrim Polsek Batang Gansal bahwa laporan kami kurang bukti, sementara peristiwa kejadian itu tertangkap tangan oleh karyawan kami, banyak saksi yang melihat, dan ada barang bukti berupa buah sawit, angkong untuk mengangkut buah, pelaku juga sudah mengakui perbuatannya, tetapi ketika pelaku merubah keteranganya sendiri pada hari berikutnya, kok langsung dilepaskan bersyarat,” Keluh DW kepada awak media.

DW mengapresiasi Kasat Reskrim Polres Inhu karena laporannya langsung disikapi dan dimintai keterangan oleh kepolisian Polres Inhu.

, “Kalau pihak Polres Inhu kami sangat hormati, saat ini Kepolisian Polres Inhu melalui Satreskrim telah mendalami laporan kami, semoga ini benar-benar dapat diproses sampai ke pengadilan, dan kami juga berharap banyak pada Polres Inhu untuk dapat mengungkap sindikat pencurian buah sawit ini, karena ini sudah lama terjadi dan pasti ada kerjasama pelaku dengan pemodal sebagai penadah, karena selain kami, ada juga perusahaan lain dekat kebun kami yang juga menjadi ajang kejahatan pencurian buah sawit ini,” Lanjut DW.

Dihubungi melalui Ponsel, Kapolsek Batang Gansal, Raditia mengakui ada laporan tersebut dan sudah ditindaklanjuti, namun ia membantah JSM tertangkap tangan.

“Pelaku tertangkap tangan di areal kebun, itu tidak benar, itu salah, pelaku di tangkap diluar, dan kami sudah proses, hanya masih kurang bukti, sehingga pelaku tidak kami tahan, namun wajib lapor sekali 24 jam, “ungkap Raditia.

Raditia juga mengatakan bahwa saat mendengar adanya kejadian tersebut, dirinya langsung turun ke lokasi bersama personil lainya untuk mencari tahu perihal kejadian, dan Kapolsek yang masihvmuda ini mengatakan dilokasi ditemukan barang bukti berupa Buah sawit (TBS) dan sebuah angkong yang digunakan untuk melakukan perbuatan pidana pencurian.

“Saya dan tim langsung turun kelapangan, untuk mencari tahu terkait kejadian itu, dan kami menemukan adanya barang bukti hasil kejahatan berupa tandan buah segar, sebuah angkong yang digunakan untuk mengangkut hasil kejahatan itu, namun kenapa kita tidak tahan terduga pelakunya, karena belum ada saksi yang melihat kejadian itu, “jelasnya.

Menurutnya Polsek dengan Polres Inhu sama-sama masih terus melakukan upaya penyelidikan dan masih dalam proses hukum, namun belum naik penyidikan karena kurangnya bukti berupa saksi yang melihat.

, “Kami terus akan lanjutkan ini, hingga memenuhi bukti-bukti yang cukup, jadi pihak pemilik kebun yang merasa ada ketidakpuasan, kami minta mohon bersabar, karena pada intinya kami dan pihak Polres masih terus melakukan penyelidikan,”imbuhnya.

Disisi lain, pihak Polres Inhu, melalui Kaur humas, Misran, saat dikonfirmasi oleh awak media ini mengatakan pihaknya belum mengetahui namun ia akan melakukan koordinasi dahulu.

,”Terkait hal ini saya akan cek dulu. Tetapi jika memang pihak pelapor merasa tidak puas atau ada hal yang tidak sesuai, kan ada Propam, silakan saja disampaikan ke Propam, ” ujarnya.

Tinggalkan Balasan