Survei Tunjukkan Masyarakat Minang dan Sunda tak Pernah Suka Pada PDIP, Eva Sundari Salahkan Era SBY

Masjid Raya Sumatera Barat
Masjid Raya Sumatera Barat di Kota Padang.

Jakarta (Riaunews.com) – Dalam hasil survei Indikator Politik Indonesia disebutkan wilayah dari Suku Minang dan Sunda mayoritas menyatakan demokrasi di Indonesia telah menurun.

Politisi PDI Perjuangan, Eva Sundari mengatakan bahwa dua wilayah yang menjadi oposisi pemerintah selalu memberikan pandangan yang kontradiktif dengan pemerintah.

Baca: Survei sebutkan kelakuan elit membuat Megawati cs tak disukai orang Minang, ini kata Ketua DPP PDIP Sumbar

“Kenapa daerah-daerah yang demografi tadi kok utamanya konsisten ya, Minang kemudian Sunda itu terus menerus konsisten, sebelum Pilpres pada pandemi juga, pokoknya negatif, juga partai juga basisnya konsisten dalam situasi apapun gitu,” ujar Eva acara diskusi virtual rilis survei nasional Indikator Politik Indonesia bertajuk Politik dan Pilkada Era Pandemi, Ahad (25/10/2020).

Dia mengatakan hal tersebut didasari oleh adanya insiden kebebasan beragama banyak yang dilakukan oleh kelompok-kelompok bukan lagi negara.

“Seperti, maaf zamannya Pak SBY, itu kan pelakunya didominiasi oleh state dan seterusnya. Dan oleh karena itu menurut saya faktor ini juga penting,” katanya.

Baca: Pengamat: PDIP jangan menyamakan Sumbar dengan Jawa Tengah

“Kenapa kemudian orang melakukan persepsi seperti itu, karena dampak dari pandemi ternyata berbeda pada kelompok eks dan kelompok minoritas Agama itu kepada dua faktor ini, dan tadi bisa dikonfirmasi ya,” tandasnya.***

Tinggalkan Balasan