Selasa , Oktober 27 2020
Home / Entertainment / UU Cipta Kerja disahkan, Ernest Prakasa: Kita hanya angka bagi pemimpin

UU Cipta Kerja disahkan, Ernest Prakasa: Kita hanya angka bagi pemimpin

Ernest Prakasa
Ernest Prakasa turut menyayangkan disahkannya UU Cipta Kerja yang banyak mendapat penolakan.

Jakarta (Riaunews.com) – Sutradara dan komika, Ernest Prakasa ikut menanggapi disahkannya RUU Omnibus Law Cipta Kerja menjadi UU Cipta Kerja dalam Rapat Paripurna yang digelar pada Senin (5/10/2020). Pengesahan ini menimbulkan sejumlah kontroversi dan reaksi dari masyarakat.

“Apalah kita ini bagi para pemimpin nan mulia, selain deretan angka. Angka korban pandemi, angka pengangguran, angka pemilih para kandidat. Angka dan angka dan angka. Tanpa jiwa, tanpa suara,” tulis Ernest di Twitter pada Senin (5/10).

Baca: Belasan ribu buruh di Tangerang mogok kerja tolak UU Cipta Kerja

Dilansir Tempo, Cuitan sutradara Cek Toko Sebelah itu langsung ditanggapi sejumlah warganet lainnya yang sependapat, yang saat dipantau Riaunews.com pada Selasa (6/10) pukul 14.00 WIB sudah mencapai 1,4 ribu tanggapan.

“Jangan lupa kak Ernest yang memiliki uang yang berkuasa. Kita mah apa tuh remahan rengginang. Nyawa tak ternilai. Keringat tak berbayar atau bisa jadi numpang netes keringet aja berbayar,” tulis akun @askiyaintan.

“Mengatasnamakan negara untuk kepentingan pribadi. Sekali palu diketuk beribu ketidaksetujuan rakyat ya cuma angin lalu,” tulis akun @squishsquishbby.

Mereka menyindir anggota legislatif yang kurang berpihak kepada rakyat. “Katanya perwakilan rakyat, tapi pas rakyat bersuara pemerintah malah tutup telinga,” tulis akun @liltigerkim.

“Dipilih rakyat, di gaji rakyat, pake fasilitas dari rakyat, tapi nyusahin rakyat. Pas pemilu butuh suara rakyat , pas udah menang ga mendengarkan suara rakyat,” tulis akun @chaeummmm.

Baca: Ernest nilai Gibran orang baik, tapi nggak asik kalau maju Pilkada saat ayahnya masih presiden

Selain Ernest, penulis dan musisi Fiersa Besari juga ikut bersuara menanggapi UU Cipta Kerja.

“Teruntuk pencinta sepak bola, pencinta K-Pop, akun anon, mas-mas dan mbak-mbak cringe, akun open BO, pemburu giveaway, dsb, bersatulah. Kepentingan buruh adalah kepentingan kita juga. Malam ini adalah bukti bahwa rakyat tidak diwakili oleh dewan, melainkan oleh rakyat itu sendiri,” tulis Fiersa di Twitter pada Senin (5/10).***

Tinggalkan Balasan