Kamis , Desember 2 2021

Viral, wanita mengaku simpanan anggota DPR ancam bongkar kelakuan jika Omnibus Law tidak dibatalkan

Ancaman dari wanita yang mengaku pelakor anggota Dewan, tuntut Omnibus Law dibatalkan.

Jakarta (Riaunews.com) – Reaksi penolakan publik terhadap UU Cipta Kerja sangat beragam. Tidak hanya melalui aksi demonstrasi turun ke jalan seperti yang terjadi dalam tiga hari belakangan ini.

Berbagai unggahan video seperti di platform TikTok, juga marak dilakukan.

Baca: Dahlan Iskan sebut pengusaha justru kaget pemerintah ajukan RUU Cipta Kerja

Seperti dalam sebuah akun yang mengunggah video berdurasi 10 detik. “bantu tolak RUU Omnibus law atau bini lu tau???” tulis akun itu dalam video tersebut.

Dilansir Gelora, dalam video itu terlihat foto seorang perempuan berwajah putih dan rambut pirang. Tak lama kemudian, video tersebut menampilkan tangkapan layar chatting. Siapa yang chatting tidak diperlihatkan, karena disamarkan. Namun diduga adalah perempuan yang mengaku diri sebagai simpanan.

Dalam percakapan itu, wanita itu tampak meminta untuk di-follback. Pemilik akun tersebut kemudian membalas bahwa sudah dilakukan. Hingga percakapan berlanjut dengan menanyakan sedang berada di mana.

“Mampir dong ke kantor,” isi salah satu chat.

Pemilik akun itu tampak malu-malu ketika diminta untuk mampir.

Chat kemudian berlanjut lagi dengan bertanya kabar dan lokasi keberadaannya. Pemilik akun bertanya apakah pria itu di Bandung, dan dibenarkan. Pemilik akun itu bertanya, sedang apa di Kota Kembang tersebut.

Baca: Perempuan pemilik akun Twitter @videlyae ditangkap karena diduga sebar hoaks Omnibus Law

“Kunker,” katanya. Kunker adalah kunjungan kerja. Bahkan lawan chat si pemilik akun tersebut mengajaknya untuk ke tempat dia. Bahkan disiapkan tiket untuk ke kota tersebut jika dia bersedia.

Konten yang viral ini belum bisa dipastikan kebenarannya.

Tidak hanya itu, video-video serupa juga berseliweran di lini masa twitter dengan caption yang kurang lebih sama.***

 

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: