Wako Pekanbaru: Keberadaan Monumen Tugu Bahasa Amat Penting

Pengurus LAMR Provinsi Riau dan LAMR Kota Pekanbaru berfoto bersama Wako Pekanbaru, Firdaus

PEKANBARU (RiauNews.com)– Suatu komitmen terjalin antara Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dengan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau dan LAMR Kota Pekanbaru. Mereka bersepakat melaksanakan pendidikan Budaya Melayu Riau (BMR) di lembaga pendidikan formal dan usulan pembangunan monumen tugu bahasa.

Walikota Firdaus didampingi sejumlah staf antara lain Kepala Dinas Pendidikan Dr Ismardi Ilyas serta Kepala Pariwisata dan Kebudayaan Dr Nurfaisal. Dari LAMR Riau terlihat Taufik Ikram Jamil, Datuk Asral Rahman, Datuk Junaidi, Datuk Khairul Zainal, Datuk Elmustian Rahman, dan Datuk Mustafa Haris. Dari LAMR Kota Pekanbaru diwakili Ketua DPH Datuk Sri Yose Saputra, Sekretaris DPH Datuk Sarbaini Yen, Datuk Ishak, Datuk Juswandi, Datuk Aidil Amri dan Datin Maryenik Yanda.

Tim untuk tugu dan museum bahasa Melayu, kata Walikota Firdaus, harus perlu dibentuk. Hal ini tidak saja mengkaji tempat, tetapi membuat kajian akademis terhadap posisi Riau dalam keberadaan bahasa Melayu. Setidak-tidaknya, Riau khususnya Pekanbaru, pernah menjadi kawasan terpenting dalam peradaban Melayu bersama bahasanya antara lain dengan disebutkannya terdapat dua wilayah di provinsi ini sebagai pusat Kerajaan Sriwijaya seperti di Muaratakus (Kampar) dan Kandis (Kuansing).

Pembangunan tugu dan museum bahasa itu perlu untuk menghormati leluhur yang dengan gemilang menjulang bahasa Melayu, sehingga sampai menjadi asal Bahasa Indonesia. Selain itu dapat menjadi media pembelajaran masa kini dan masa mendatang.

Walikota Firdaus mengatakan, Pemko Pekanbaru, memiliki lahan sektar empat hektar dekat Pasar Bawah, di kawasan pinggir Sungai Siak. Di kawasan ini juga terdapat puluhan situs cagar budaya terutama peninggalan Kesultanan Siak yang sempat menjadikan Pekanbaru sebagai pusat pemerintahan abad ke-19. “Rumah dinas walikota di dekat kawasan ini bisa pula dijadikan museum bahasa, seiringan dengan rencana memindahkan rumah dinas walikota ke kawasan baru dari kota ini,” katanya.

Dengan demikian, kelak tugu dan museum bahasa, akan berada dalam satu saujana peradaban yang tidak hanya membawa pesan akal budi, tetapi juga ekosistem. Berbagai hal kemudian dapat dikembangkan di sini termasuk bersentuhan dengan teknologi komunikasi untuk menjembatani warisan budaya dengan perkembangan teknologi terkini, sekaligus mendekatkan tradisi kepada generasi milinel dengan peralalatan kekinian pula.rls

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: