102 Ribu Rumah Tangga di Pekanbaru dan Kampar Bisa Nikmati SPAM Pada 2022

Groundbreaking proyek SPAM Pekanbaru-Kampar.
Groundbreaking proyek SPAM Pekanbaru-Kampar.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Lintas Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar diklaim dapat mengalirkan air bersih ke 102.000 rumah tangga dan manfaatnya dapat dirasakan oleh 624 ribu jiwa di kedua daerah tersebut.

Hal ini, diungkapkan Gubernur Riau Syamsuar saat memberi sambutan pada acara groundbreaking SPAM Pekanbaru-Kampar di Hotel Pangeran, Kamis (19/10/2020).

Baca: LIPI: Minum air laut bisa sebabkan kematian

Dalam acara tersebut juga tampak hadir dalam acara grounbreaking itu, Bupati Kampar Catur Sugeng, Wakil Wali Kota Pekanbaru Ayat Cahyani, Plt Komut PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) Indra Agus Lukman dan sejumlah pejabat dari instansi terkait.

Dalam pemaparannya, Gubri mengatakan proyek air minum berkapasitas 1.000 liter per detik ini nantinya bakal tersambung ke ribuan rumah tangga di Kota Pekanbaru dan Kampar.

“Nantinya, jaringan proyek perpipaan air bersih ini akan mengaliri 102.000 rumah tangga atau 624 ribu jiwa akan mendapatkan manfaat air minum ini,” terang Gubri.

Oleh karena itu, dia berharap proyek ini secepatnya dapat mulai dibangun dan direalisasikan sehingga air bersih yang menjadi kebutuhan dapat segera dirasakan masyarakat.

“Saya ingatkan setelah grounbreaking ini, segera laksanakan proyek ini. Karena saya khawatir, setelah grounbreaking proyek ini tidak jalan-jalan,”tambahnya.

Sesuai perencanaan, proyek ini akan mengaliri air bersih di Kecamatan Tambang Kampar. Kemudian, di Kota Pekanbaru di Kecamatan Bukit Raya, Marpoyan Damai dan Kecamatan Tampan.

Mengenai pembiayaan proyek ini, Syamsuar mengatakan tidak hanya terbatas dari APBN dan APBD saja.

“Pembiayaan pembangunan infrastruktur air minum tidak hanya terbatas dari APBN dan APBD saja, pembiayaan proyek dapat dilakukan melalui skema kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha yang disebut KPBU dari bisnis to bisnis yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah PT SPR, BUMN, PT PP Tbk, PDAM Kota Pekanbaru, dan PDAM Kabupaten Kampar,” jelasnya.

Baca: Gegara diminum Jungkook BTS harga susu ini melambung Rp9 Juta, beneran?

Kemudian, Pemerintah Daerah dapat melakukan penugasan kepada BUMD dalam hal ini PT SPR untuk menjadi penanggung jawab proyek kerjasama dengan badan usaha. Hal ini berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 122 tahun 2012 tentang Sistem Penyediaan Air Minum disebutkan bahwa penyelenggaraan SPAM menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya.

Diungkapkan Gubri, wewenang dan tanggung jawab Pemerintah Provinsi dalam menyelenggarakan SPAM diantaranya adalah menyusun dan menetapkan kebijakan dan strategi provinsi penyelenggaraan SPAM, melaksanakan penyelenggaraan SPAM yang bersifat khusus kepentingan strategis provinsi dan lintas kabupaten/kota serta memberikan izin kepada badan usaha untuk melakukan penyelenggaraan SPAM.

Gubri mengatakan, negara mempunyai tanggung jawab dalam menjamin pemenuhan hak rakyat atas air minum dan akses terhadap air minum. Sektor air minum memiliki fungsi sangat penting dalam mendukung pembangunan pemukiman yang layak huni dan berkelanjutan.

“Hal ini karena sektor air minum berkaitan erat terhadap kesehatan pola hidup kondisi lingkungan pemukiman dan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.***

Tinggalkan Balasan