Pembatasan Tonase Roro Dumai-Rupat Karena Gubri Tidak Mau Masyarakat Celaka

Gubri Drs H Syamsuar MSi, saat Kunker ke Pulau Rupat baru-baru ini.

PEKANBARU (RiauNews.com)-Kebijakan pembatasan tonase yang menggunakan jasa penyeberangan laut Rol on-Rol Off (Roro) Dumai-Pulau Rupat, oleh Gubernur Riau (Gubri), Drs H Syamsuar MSi menuai pro dan kontra.

Bagi mereka yang selama ini dengan leluasa mengangkut barang tanpa batasan tonase merasa kebijakan Gubri ini tidak adil karena akan mengurangi pendapatan.

Namun Gubri beralasan kebijakan yang dibuatnya tersebut demi kepentingan masyarakat banyak dan menghindari pendeknya usia dermaga Roro akibat muatan berlebih seperti peristiwa ambruknya pelabuhan Buton di Kabupaten Siak. Karena tonase kendaraan yang melebihi standar yang mengakibatkan kerugian baik materil dan jiwa di pihak masyarakat.

”Saya tidak mau masyarakat celaka. Makanya saya batasi tonase kendaraan itu, apalagi usia dermaga Roro ini sudah berusia 15 tahun yang kekuatannya tentu semakin berkurang,” ujar Syamsuar.

Keadaan musim hujan saat ini lanjut mantan Bupati Siak dua periode ini, akan membuat jalan yang ada di Rupat semakin rusak jika dilalui kendaraan yang bertonase tinggi. Tentunya yang akan dirugikan masyarakat di Rupat lagi.

”Jalan di Rupat pun akan rusak jika dilalui kendaraan yang berat beban itu. Apalagi ini musim hujan. Ujung-ujungnya kan masyarakat lagi yang jadi susah,” ungkap Syamsuar.

Namun Syamsuar juga memperhatikan masyarakat yang kontra dengan kebijakan tersebut dan segera mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut yang tentunya tidak merugikan semua pihak.

”Segera kita laksanakan untuk solusinya. Yang penting semua kita lakukan ini untuk kemashalatan masyarakat di sana dan tidak ada lagi yang merasa dirugikan,” imbuh ketua DPD I Golkar Riau ini.

Tinggalkan Balasan