Adian Napitupulu Mengaku Kaget Luar Biasa Saat Erick Thohir Sebut Presiden Titip Komisaris

Adian Napitupulu.
Adian Napitupulu.

Jakarta (Riaunews.com) – Sekjen PENA 98, Adian Napitupulu mengaku kaget luar biasa saat mendengar pernyataan Menteri BUMN Erick Thohir.

“Mendengar talkshow Erick Thohir dan Karni Ilyas di salah satu chanel Youtube terbaru membuat saya kaget luar biasa dan mengelus dada berkali-kali,” kata Adian dalam keterangan tertulisnya, Ahad (1/11/2020).

Adian juga mengkritisi pernyataan Erick Thohir pada menit ke 34 detik ke 30. Erick Thohir mengatakan presiden menitip komisaris di BUMN.

Baca: Indopolling: Jokowi Lebih Percaya Luhut-Erick Ketimbang PDIP

“Itu membuat saya cukup terganggu ketika Erick Thohir mengatakan bahwa Presiden juga titip Komisaris. Saya berharap maksud Erick Thohir bukanlah Presiden menitip tapi memerintahkan untuk menempatkan,” imbuh politikus PDIP ini.

Menurut Adian, kata ‘menitip’ dan ‘memerintahkan’ adalah dua hal yang sangat berbeda. Kata ‘menitip’ menempatkan Presiden sebagai pemohon dan Erick Thohir sebagai penentu.

“Melalui pernyataannya itu Erick Thohir menempatkan dirinya seolah berada di atas presiden atau dengan kata lain Presiden lah yang menjadi pembantu dan Erick yang menjadi Presiden,” ucap Adian.

“Sekali lagi saya tidak mengerti kenapa ucapan yang memutarbalik posisi menteri dan presiden itu bisa diucapkan,” tambah Adian.

Adian mempertanyakan maksud dan tujuann dari pernyataan Erick Thohir. Ia menduga ucapan itu ekspresi spontan dari imajinasi terpendam untuk menjadi capres 2024.

“Saya berharap telinga saya salah mendengar atau nalar saya salah memaknai apa yang saya dengar karena jika kedua pernyataan yang saya dengar tidaklah salah dan alur nalar saya juga tidak salah, maka boleh jadi kedua pernyataan itu merendahkan dua lembaga negara yaitu DPR dan Presiden,” jelas Adian.

Baca: Said Didu: Kasihan Erick, sudah pasang badan soal kerugian Pertamina malah di upper cut Ahok

Ia menyarankan Erick Thohir sebagai menteri BUMN perlu meluruskan atau meralat atau melengkapi pernyataannya yang ditonton oleh sekian banyak orang agar tidak ada salah persepsi terkait pernyataan itu.

“Tapi jika Erick Thohir merasa yakin bahwa pernyataannya sudah sesuai dengan konstitusi dan mekanisme ketatanegaraan, maka mungkin ini bisa menjadi diskusi menarik dengan para pakar tata negara, konstitusi termasuk dengan para legislator,” tandas Adian Napitupulu.***

Tinggalkan Balasan