Baru 23 SMP Di Pekanbaru yang Diizinkan Belajar Tatap Muka Mulai Senin Depan

SMPN 40 Pekanbaru di Jalan Ketitiran, Garuda Sakti.

Pekanbaru (Riaunews.com) – Tahap awal, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru hanya membolehkan 23 SMP yang belajar tatap muka di sekolah. Diutamakan sekolah yang berada di pinggiran.

“SMP kita uji coba, besok tu masih 23 SMP, kita utamakan yang pinggiran, karena selama ini mereka terbentur pembelajaran jarak jauh (PJJ). Besok yang masuk 50 persen, tidak semua,” kata Pelaksana tugas Kepala Disdik Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas, Jumat (13/11/2020).

Nanti, kalau berhasil ini baru ditambah menjadi 100 persen. Artinya, jika berhasil semua SMP negeri mulai.

“Sekolah satu kali satu minggu satu anak,” kata dia.

Ia menyebut, masuk sekolah tatap muka hanya 3 jam sehari. Siswa hanya mendiskusikan mata pelajaran yang mereka sulit berdiskusi dengan orang tuanya karena keterbatasan.

Kedua, lanjutnya, sekolah tatap muka untuk memberikan tugas kepada anak, selama satu minggu itu. Kebijakan ini untuk penguat PJJ.

“3 jam itu mereka tidak keluar main, di kelas saja. Oleh karena itu kantin tidak boleh dibuka. Anak wajib membawa makanan dan minuman dari rumah,” jelasnya.

Lalu bangku yang mereka gunakan itu berjarak 1,5 meter, karena hanya 50 persen. Bangku yang akan dipakai sudah dikasi nama, jadi bangku tidak diganti-ganti lagi.

“Misalnya satu kelas 40 maka dibagi dua. Senin separuh, Rabu separuh lagi,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk SD mulai masuk tatap muka jika SMP sudah buka semua negeri dan swasta. Nantinya, jadwal masuk antara SMP dan SD diatur.

“Kalau SMP masuk Senin, maka SD masuk hari selasa, ini kita lakukan untuk mencegah penumpukan,” jelasnya.***

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: