Tebang Pohon Tanpa Izin, Bos CV RB TFG Ditahan, Ini Kata Mahasiswa

Bos CV RB, TFG, ditahan polisi
Bos CV RB, TFG, ditahan polisi terkait penebangan pohon di sekitar bando reklame milik perusahaan tersebut di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru, beberapa waktu lalu.

PEKANBARU (RiauNews.com)-Setelah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang tersangka penebangan sebanyak 83 pohon pelindung di Jalan Tuanku Tambusai Kota Pekanbaru, akhirnya Polsek Bukit Raya akhirnya menetapkan menahan pemilik CV Riau Bersatu (RB), berinisial TFG, sebagai tersangka dan langsung menahannya.

Baca: Tebang Pohon Tanpa Izin, Pimpinan CV RB Pemilik Bando Reklame Diperiksa Polisi

Tindakan tegas kepolisian ini mendapat apresiasi dari Forum Mahasiswa Peduli Hutan Riau (FMPHR) yang menilai Polsek Bukit Raya telah megambil tindakan tegas dan tidak main-main dalam kasus penebangan pohon tersebut.

“Kita berikan apresiasi kepada Polsek Bukit Raya yang telah menetapkan TFG sebagai tersangka dan menahannya, ini sesuai dengan harapan kita,” kata Koordinator FMPHR, Arizal Senin (9/11/2020).

Arizal mengatakan FMPHR akan tetap komit mengawal kasus ini hingga ada putusan di pengadilan dan hakim menjatuhkan hukuman sesuai dengan rasa keadilan, “Kita ingin ada efek jera bagi pelaku atau oknum-oknum yang ingin merusak pohon-pohon yang ada di Kota Pekanbaru, sehingga keberadaan pohon-pohon pelindung di Kota Pekanbaru ini tetap terjaga dengan lestari,” imbuhnya.

Sebelumnya Kapolsek AKP Arry Prasetyo menjelaskan, dalam proses tindak pidana ini, polisi tetap mengedepankan objektif, transparan dan akuntabel dalam pemeriksaan para saksi serta tersangka.

Ia menjelaskan, peran tersangka TFG selain sebagai pemilik CV RB, juga orang yang bertanggung jawab hingga dipotongnya 83 pohon pelindung di median jalan.

Baca: Tebang Pohon Tanpa Izin Dekat Bando Reklame, Polisi Segera Panggil Pimpinan CV RB

“Siapa terlibat kita proses, benar katakan benar, salah katakan salah. Tidak mungkin anak buah kita proses, bos tak diproses. Mereka bekerja tentu atas perintah bos (TF),” ungkap AKP Arry Prasetyo.

TFG ditetapkan sebagai tersangka usai diperiksa penyidik Polsek Bukit Raya pada Jumat (6/11/20) pekan lalu.***

 

Pewarta: Edi Gustien

Tinggalkan Balasan