Fadli Zon Minta KPU Diminta Belajar Perhitungan Suara dari Pilpres AS

Fadli Zon
Fadli Zon

Jakarta (Riaunews.com) – Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) ke-46 berhasil dimenangkan oleh Joe Biden dari Partai Demokrat.

Joe Biden resmi terpilih sebagai Presiden ke-46 AS setelah mengalahkan Donald Trump sebagai petahana.

Joe Biden mendapatkan suara lebih dari 270 suara electoral college, yakni meraih 290 suara electoral college, sementara Donald Trump hanya meraih 214 suara electoral college.

Baca: Fadli Zon Bandingkan Sikap Pemerintah Pada Habib Rizieq dengan Predator Seks, Reynhard Sinaga

Kemenangan Joe Biden dan penyelenggara Pilpres AS ini banyak mendapatkan perhatian dari masyarakat dunia, termasuk Indonesia.

Sejumlah politisi Indonesia turut melemparkan pandangannya terhadap pesta demokrasi di negeri paman Sam. Salah satunya adalah politisi senior Partai Gerindra, Fadli Zon.

Menurut Fadli Zon, Pilpres AS bisa dijadikan pelajaran bagi penyelenggara pemilu di Indonesia.

“Menurut saya (Pilpres AS) merupakan tontonan demokrasi yang menarik. Ada hal-hal yang perlu kita pelajari, termasuk menganjurkan kepada KPU untuk belajar dari sistem perhitungan suara di AS. Perhitungannya meyakinkan tidak ada yang bisa disulap atau diakrobatkan,” kata Fadli Zon sebagaimana dikutip Pikiranrakyat-Bekasi.com dari YouTube Fadli Zon Official.

Pilpres AS pun tidak ada persoalan carut marut daftar pemilih hingga dugaan manipulasi suara.

“Walaupun kita tahu belakangan Donald Trump ingin perhitungan setelah pemilihan itu dihentikan tidak berarti sistem perhitungannya yang dipersoalkan, tapi yang dipersoalkan adalah timing atau waktunya. Tetapi suara rakyat Amerika tidak ada satu pun yang dimanipulasi,” kata Fadli Zon.

Baca: Laporan Sudah Dicabut Habib Bahar Kembali Dijadikan Tersangka, Fadli Zon nilai Kriminalisasi Ulama

“Saya pikir ini yang harus kita pelajari, jangan sampai dugaan-dugaan yang terjadi baik di dalam pilkada maupun pemilihan presiden maupun pemilihan legislatif di kita selalu persoalannya DPT, selalu persoalannya manipulasi suara kemudian suara-suara yang muncul tiba-tiba dan suara-suara ajaib,” tuturnya.

Lebih lanjut Fadli Zon menyebutkan bahwa di Pilpres AS menyuguhkan pertarungan program dari dua kandidat presiden.

“Justru pertarungan program, pendekatan pandemi Covid-19 bisa kita lihat di sana. Bagaimana tentang climate change dari Joe Biden dan Donald Trump yang saling bersebarangan, bagaiamana posisi soal trade war atau pun posisi lain, misal terkait konflik Laut Tiongkok Selatan.”

Fadli Zon pun berharap terpilihnya Joe Biden baik bagi indonesia, mudah-mudahan Joe Biden termasuk pemimpin yang akan ikut membuat suasana stabil di timur tengah dengan mengembalikan kedutaan besar AS kembali Tel Aviv dan mengakui perdamaian yang selama ini sudah dirintis oleh PBB.

“Kita berharap bahwa kantor kedutaan besar Palestina bisa berada kembali di Washiton DC dan juga mudah-mudahan kita melihat Palestina yang mendaptakan hak-haknya,” ujarnya.

“Begitu juga dengan Laut Tiongkok Selatan, kita ingin ada keseimbangan. Kita tidak ingin ada dominasi kekuatan-kekuatan tertentu yang membuat wilayah di kawasan Laut Tiongkok Selatan, di mana kita juga berbatasan di Kepulauan Natuna Utara, adanya trace passing dari kapal-kapal asing dan mudah-mudahan ini akan menjadi bagian perhatian dari Joe Biden,” katanya.

Bcaa: Erick Thohir Terus Angkat Relawan Jokowi Jadi Komisaris BUMN, Fadli Zon: Ayo Siapa yang Belum Dapat Jatah?

Tak hanya itu, Fadli Zon pun berharap masyarakat muslim di Amerika mendapatkan perhatian dari Joe Biden.

“Termasuk janjinya bagi semua umat beragama termasuk kaum muslimin di Amerika yang selama ini terkesan dideskriminasi bisa mendapatkan kembali posisi mereka dan hak-hak mereka secara adil dengan perlakukan setara,” tuturnya.***

Tinggalkan Balasan