KAMI Enggan Dikaitkan Langsung dengan Partai Masyumi yang Dideklarasikan Hari Ini

KAMI tak mau dikaitkan dengan Partai Masyumi
KAMI tak mau dikaitkan dengan Partai Masyumi yang akan dideklarasikan pada Sabtu (7/11/2020), hari ini.

Jakarta (Riaunews.com) – Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Ahmad Yani, membantah jika pihaknya terkait dengan Partai Masyumi. Diketahui, Yani bakal ikut dalam deklarasi Partai Masyumi di Gedung Dewan Dakwah, Jakarta Pusat, Sabtu (7/11/2020).

“Kita enggak bisa mengaitkan, karena KAMI adalah gerakan moral dan gerakan intelektual. Enggak bisa kita kaitkan (Masyumi) ke KAMI,” kata Yani kepada CNNIndonesia.com, Jumat (6/11/2020).

Yani menekankan, KAMI tidak pernah membicarakan masalah politik praktis. Ia memastikan bahwa KAMI tetap berada dalam koridor politik moral kebangsaan.

Baca: Ahmad Yani Akan Deklarasi Pembentukan Partai Masyumi Besok

“Saya kalau di KAMI, saya enggak bicara masalah politik praktis. Kita bicara politik moral begitu,” ungkapnya.

Yani sebelumnya menjelaskan bahwa akan ada deklarasi Partai Masyumi. Deklarasi partai tersebut bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-75 Partai Masyumi yang sempat didirikan pada 1945.

Dalam deklarasi itu, pihaknya akan mengumumkan nama-nama yang menjadi anggota Majelis Syuro Partai Masyumi.

Setidaknya lebih dari 50 tokoh yang berasal dari latar belakang ulama, intelektual, dan aktivis bersedia untuk bergabung menjadi Majelis Syuro Masyumi.

Majelis Syuro akan menjadi struktur tertinggi pengambilan keputusan partai dan berhak memiliki ketua umum.

Beberapa nama yang menjadi calon anggota Majelis Syuro Partai Masyumi yakni mantan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua, mantan Menteri Kehutanan MS Kaban, Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain, Budayawan Ridwan Saidi, hingga Kiai Abdul Rosyid Syafei.

Sekretaris Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Partai Islam Ideologis (BPU-PPII) Taufik Hidayat, mengatakan, kebangkitan Masyumi ini didasari dengan kerinduan akan partai Islam ideologi seperti Partai Masyumi masa lalu.

Baca: Gatot Nurmantyo Dinilai Tak Etis Jika Terima Bintang Mahaputra Sementara Pentolan KAMI Masih Dipenjara

Ia mengatakan, pihak-pihak di belakang Masyumi kali ini merasakan sudah sedikit sekali partai politik yang ideologis baik kebijakannya maupun integritas para politisinya.

“Kerinduan tersebut muncul karena mayoritas para politisi Masyumi adalah orang orang yang kuat pembelaannya terhadap syariat Islam, dan mampu menunjukkan solusi terbaik bagi bangsa Indonesia melalui ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” kata Taufik, seperti dikutip dari situs resmi Masyumi.***

Tinggalkan Balasan