Kementerian Pertanian Dituding Berbohong, DPR Geram Temukan Sayuran Impor di Pasaran

Wortel impor
Wortel impor masih marah beredar di pasaran dalam negeri.

Jakarta (Riaunews.com) – Ketua Komisi IV DPR Sudin meradang atas temuan sayur mayur (Hortikultura) impor beredar di pasaran dalam negeri. Hal itu dianggap semakin mencekik kehidupan para petani sayur mayur di Indonesia.

Sementara Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian dianggap menutup mata dan dituding berbohong atas praktik impor sayur mayur yang terjadi.

Baca: Impor Hortikultura Merupakan Pengkhianatan Kepada Petani, Fadli Zon: Masa Dibiarkan Pak Jokowi?

Hal itu terungkap dalam rapat kerja Komisi IV DPR bersama Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Senin (17/11/2020). Dimana dalam temuan Komisi IV DPR sayur mayur atau tanaman hortikultura itu tidak sepatutnya diimpor, mengingat Indonesia sendiri masih merupakan negara pertanian sayur mayur.

“Tadi saya sudah pertanyakan, tapi dia (Prihasto Setyanto) tidak mau menjawab. Dan waktu itu kondisinya produksi pertanian di Indonesia bagus, makanya saya katakan tadi jangan ada bohong, jangan ada dusta. Mengapa sayur mayur seperti wortel bisa diimpor,” tegas Sudin, kepada wartawan saat ditemui usai memimpin rapat kerja, Senin (16/11/2020).

Selain itu Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto juga dituding terlibat dalam permainan impor sayur mayur di Indonesia sebagaimana disebutkan dalam pemberitaan media massa. Terlebih atas pengakuan dari Prihasto Setyanto yang mengakui adanya pertemuan di Hotel Pacific Place.

“Dalam kesimpulan rapat tadi, pada poin delapan dia (Prihasto Setyanto) menyangkal dan mengatakan bahwa pemberitaan media itu bohong. Sementara dia juga mengakui adanya pertemuan di Hotel Pacific Place itu,” tandasnya.

Baca: Ma’ruf Amin Sebut Indonesia Selama Ini Hanya Jadi Tukang Stempel Halal Produk Impor

Sementara Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto, saat dikonfirmasi mengakui adanya impor sayur mayur yang diijinkan berupa wortel. Dia membantah keterlibatannya yang ditudingkan terlibat mengatur impor sayur mayur.

“Memang ada impor untuk wortel selainnya itu bohong, saya tidak ada mengatur impor sayur mayur apalagi dikatakan mengetik RIPH impor itu bohong,” katanya.***

Tinggalkan Balasan