Selasa , Oktober 19 2021

Sebut Pengikut HRS Tidak Banyak, Novel: Mahfud MD Jangan Sotoy lah!

Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin
Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin.

Jakarta (Riaunews.com) – Persaudaraan Alumni 212 merespon pernyataan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD, yang menyebut Habib Rizieq Shihab bukan orang suci. Mahfud MD pun mengatakan pengikut Habib Rizieq tidak banyak.

Atas pernyataan tersebut, Ketua Media Center PA 212, Novel Bamukmin menyebut Mahfud MD tidak tahu apa-apa tentang Habib Rizieq.

Baca: Geram Spanduk Habib Rizieq Dirusak, FPI: Kerahkan Semua Kau Punya Pasukan!

“HRS memang bukan orang suci, jadi Mahfud MD gagal paham sudah akut sekali tentang agamanya. Karena yang suci cuma Rasulullah,” ujar Novel, Senin (9/11/2020).

Mahfud diminta tidak sok tahu. Sebab PA 212 mengklaim pengikut Habib Rizieq sangat banyak.

“Mahfud jangan sotoy lah! Apa karena faktor umur, sehingga matanya kurang jelas apa gimana, tidak bisa lihat Aksi Bela Islam 212 pada 2016, itu ada tujuh juta orang. Presiden manapun di dunia belum ada yang bisa mengumpulkan orang sebanyak itu,” sambungnya.

Sebelumnya, Mahfud menilai Pemerintah Indonesia tidak mengkhawatirkan kepulangan Habib Rizieq Shihab bisa mengancam. Sebab Habib Rizieq bukan orang suci.

Hal itu diungkap Mahfud di tayangan kanal Youtube CokroTV, Rabu (4/11/2020). Mahfud mengatakan pemerintah tidak pernah membahas kepulangabn Rizieq.

“Rizieq Shihab itu bukan Khomeini, orang suci yang akan disambut. Kalau Rizieq Shihab kan pengikutinya nggak banyak juga, kalau dibandingkan umat Islam pada umumnya. Kita nggak khawatir juga,” kata Mahfud.

Mahfud menyatakan Habib Rizieq Shihab akan dideportasi pada 10 November 2020 besok. Bukan pulang sendiri.

Baca: Dubes Agus Maftuh Dicurigai Berupaya Mensabotase Tiket Pulang Habib Rizieq

“Dia itu (Habib Rizieq) akan dideportasi. Karena apa? karena melakukan pelanggaran imigrasi,” kata Mahfud.

Ditambahkan Mahfud, Habib Rizieq hendak kembali ke Tanah Air tapi tidak mau dideportasi lantaran ia ingin pulang dengan terhormat.

“Dia ingin pulang terhormat, gitu. Nah silahkan sajalah urus begitu, itu kan urusan dia dengan Pemerintah Arab Saudi, bukan urusan kita,” ujar Mahfud.***

 
 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: